Berita Madura

Pulang Mengajar, Ibu Guru di Bangkalan Bernasib Pilu, Dipepet Pria Bersenjata Celurit Lalu Terjatuh

Pelaku begal berinisial T alias B (24), warga Desa Dlambah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, merintih menahan sakit dan langkahnya tak selincah sebelumnya

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
ILUSTRASI aksi begal menimpa pengguna motor. Kejadian serupa menimpa seorang guru di Bangkalan Madura yang menjadi korban begal pemuda bersenjata celurit 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Pelaku begal berinisial T alias B (24), warga Desa Dlambah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, merintih menahan sakit dan langkahnya tak selincah sebelumnya.

Hal itu terlihat saat pelaku begal ini dihadirkan dalam Siaran Pers Ungkap Kasus Pencurian dengan Kekerasan (Curas) di Mapolres Bangkalan, Senin (20/6/2022).

Sambil menahan rasa sakit, dia tidak lagi segarang dulu. Seperti saat ia menghunus sebilah celurit untuk menghentikan laju motor seorang ibu guru yang pulang mengajar di Jalan Raya Desa Ombul, Kecamatan Arosbaya pada 4 Februari 2022.

“Korban habis mengajar di SDN 3 Ombul, Kecamatan Arosbaya. Dia (tersangka) melihat sepi, aman, dan langsung eksekusi. Dua-duanya dor, tembak kaki,” ungkap Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya didampingi Kasi Humas Iptu Sucipto.

Tindakan tegas dan terukur terpaksa ditempuh anggota Satreskrim Polres Bangkalan lantaran tersangka T berupaya melawan ketika hendak dibekuk. Ia ditangkap polisi di sebuah rumah kos di Karawang, Banten pada 16 Juni 2022.

Tersangka T kabur ke Jawa Barat setelah Satreskrim Polres Bangkalan terlebih dulu menangkap rekannya, berinisial M (24), warga Desa Dlambah Dajah, Kecamatan Tanah Merah. Tersangka M ditangkap pada 19 Mei 2022 atau berselang 3 bulan usai kejadian peristiwa perampasan.

Baca juga: Ditegur Pria Misterius di Jalan saat Hujan, Karyawati di Surabaya Bernasib Pilu

Baca juga: Tega, Pura-pura Pesan Minuman dan Ngaku Aparat, Pria di Surabaya Rampas Uang Tukang Galon Isi Ulang

Bangkit menjelaskan, peristiwa perampasan itu berawal ketika ibu guru berinisial Z (38), warga Kota Bangkalan pulang mengajar sekitar pukul 12.00 WIB.

Tersangka M dan T alias B tiba-tiba memempet sambil mengacungkan sebilah celurit langsung untuk menghentikan laju motor korban yang sedang melaju pelan.

“Korban terjatuh. Namun ketika para tersangka hendak ambil motor korban, dari arah belakang rekan-rekan guru datang dan berupaya memberikan pertolongan. Sehingga tersangka hanya merampas ponsel sebelum kabur meninggalkan korban,” jelas Bangkit.

Dari pengakuan tersangka M, lanjutnya, ia hanya sebagai pemantik untuk membantu tersangka T yang berperan sebagai otak dari curas tersebut. Tersangka T merupakan residivis atas kasus pencurian kendaraan bermotor sekitar dua tahun silam.  

Baca juga: Pulang Malam Lewat Jalan Sepi, Karyawati Surabaya Dipepet hingga Terjatuh, Sandal Kiri Jadi Petunjuk

Di hadapan Bangkit, tersangka T mengaku bahwa setiap beraksi diawali dengan berkeliling mencari sasaran. Korban ibu guru, disampaikan tersangka T bukanlah sebagai target namun secara kebetulan bertemu di jalan sepi.  

“Tidak ada target, berkeliling saja. Saya terlilit hutang rokok, kalau beli rokok tidak punya uang terpaksa hutang di warung,” singkat tersangka T.

Polisi menyita barang bukti sebuah handphone Vivo Y12 berwarna hitam-merah lengkap dengan dusbook. Kedua tersangka T dan M terancam hukuman pidana selama 12 tahun penjara. Sebagaimana diatur dalam Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved