Berita Kota Batu

Cegah Kebocoran Restribusi, Alun-alun Batu Segera Terapkan Parkir Elektronik

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu berencana menerapkan sistem parkir elektronik di kawasan Alun-alun Kota Batu dalam waktu dekat.

Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Kawasan Alun-alun Kota Batu yang akan menerapkan parkir elektronik dalam waktu dekat ini. Dishub menyelenggarakan E-Parkir untuk memaksimalkan PAD dari sektor parkir tepi jalan. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu berencana menerapkan sistem parkir elektronik di kawasan Alun-alun Kota Batu dalam waktu dekat.

Ini adalah terobosan yang dilakukan Dinas Perhubungan untuk meningkatkan pendapatan bersih dari retribusi parkir pinggir jalan.

Sekadar informasi, pendapatan dari retribusi parkir pinggir jalan tidak pernah terealisasi.

Kepala Dishub Kota Batu, Imam Suryono menyatakan, untuk progres penerapan parkir elektronik di kawasan Alun-alun Kota Batu telah dirancang sejak 2021. Dishub telah mengevaluasi pendapatan pada 2021.

Penerapan parkir elektronik akan diberlakukan di Jalan Munif sebagai titik masuk dan Jalan Sudiro sebagai titik keluar itu.

“Setelah dilakukan pemasangan, kami berharap bisa meningkatkan PAD. Selama ini, kami kesulitan melakukan pengawasan jukir. Kendala utama tidak pernah mencapai target karena kurangnya sarana dan prasarana lalu juga karena pandemi," ujar Imam saat ditemui di Balaikota Among Tani.

Pada 2020, target retribusi parkir di tepi jalan hanya terealisasi Rp 228,6 juta dari target Rp 1.5 miliar. Pada 2021, target naik menjadi Rp 8.5 miliar, hanya terealisasi Rp 450 juta.

"Nantinya setelah palang pintu parkir terpasang. Pengguna jasa yang masuk akan langsung tercatat secara otomatis. Anggaran pemasangan menelan biaya sekitar Rp 200 juta,” beber Imam.

Baca juga: Penerapan Parkir Elektronik di Sidoarjo Belum Jelas

Dishub akan mensosialisasikan aturan baru ini kepada para jukir. Petugas juga akan mengedukasi para jukir. Rencananya jukir yang ada di kawasan itu akan ditugaskan untuk menata kendaraan.

Dishub juga tengah mewacanakan menyerahkan penyelenggaraan parkir tepi jalan ke pihak ketiga. Dishub telah melakukan penjajakan terhadap pihak-pihak yang akan menjadi mitra sebagai pihak ketiga.

Sekadar informasi, ada perubahan terbaru mengenai target retribusi parkir. Pada 2022 ini, targetnya awal Rp 8.5 miliar direvisi menjadi Rp 3.5 miliar. Pengurangan ini dilakukan setelah ada penyesuaian-penyesuaian, pun pengalaman tahun lalu yang mendapat pemasukan tidak sampai Rp 1 miliar.

Imam Suryono menjelaskan, sudah ada dua pihak dari Surabaya dan Jakarta yang berminat menjadi pihak ketiga. Dalam waktu dekat, mereka direncanakan akan melakukan survei.

Baca juga: Gresik Mulai Uji Coba Parkir Non Tunai, Baru Dua Jam Mampu Raup Rp 1 Juta, Begini Teknisnya

“Masih dalam penjajakan oleh pihak ketiga. Sudah ada dua dari Jakarta dan Surabaya yang akan melakukan survei,” katanya. 

Rencananya, pihak ketiga akan menggaji juru parkir dengan Upah Minimum Kota (UMK). Namun hal tersebut masih akan disesuaikan dengan kebijakan-kebijakan yang tertuang dalam proposal.

Imam mengatakan, kerjasama dalam Perwali No 149 tentang Parkir Tepi Jalan, memungkinkan untuk dilakukan kerjasama dengan pihak ketiga.

Dalam kerjasama itu, harus melibatkan Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD).  Imam berharap, dengan adanya program baru ini, target retribusi bisa maksimal.

Bagi hasil dengan pihak ketiga juga akan dikaji. Pengkajian akan melibatkan Sekda, Bapelitbangda, BKAD, Bagian Hukum dan Bagian Pemerintahan Setda Kota Batu. 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved