Berita Trenggalek

Detik-detik Bangunan Sekolah di Trenggalek Ambruk, Muncul Retakan, Sempat Diganti Fungsi Jadi Musala

Bangunan sekolah yang roboh di SD-SMP Satu Atap 1 Kampak di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek ternyata merupakan ruang musala.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/AFLAHUL ABIDIN
Bangunan yang ambruk akibat tanah longsor di SD-SMP Satap 1 Kampak di Desa Ngadimulyo, Kabupaten Trenggalek. 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Bangunan sekolah yang ambruk di SD-SMP Satu Atap 1 Kampak di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek ternyata merupakan ruang musala.

Beberapa tahun lalu, bangunan itu adalah ruang kelas. Namun karena kondisinya membahayakan, pihak sekolah mengganti fungsinya sebagai musala dua tahun terakhir.

Kepala SD-SMP Satap 1 Kampak, Iksanto, menjelaskan, ruangan yang ambruk telah mengalami retak-retak dalam beberapa pekan sebelumnya.

Bangunan itu berdiri di pinggir tebing. Sebelum longsor terjadi, kata Iksanto, tembok penahan tanah sudah terlebih dulu miring.

"Beberapa hari lalu, kami juga telah mengirimkan proposal ke dinas pemukiman Jawa Timur, terkait permintaan pembangunan [plengsengan], karena sudah sangat membahayakan," kata dia.

Baca juga: Bangunan Sekolah di Trenggalek Ambruk Rata dengan Tanah, Aktivitas Belajar Mengajar Diliburkan

Menurut Iksanto, bangunan yang ambruk difungsikan untuk ibadah para siswa, baik SD maupun SMP.

Ia menjelaskan, bangunan itu ambruk setelah salah satu tanggul penahan tanah ambrol dan longsor.

"Dua tiga hari terakhir ini hujan siang malam. Ambruknya bangunan pagi tadi sekitar pukul 02.30 WIB," sambung dia.

Pagi hari setelah bangunan ambrol, para siswa sempat masuk ke sekolah.

Tapi pihak sekolah meliburkan kegiatan belajar-mengajar demi keamanan.

"Siswa tadi pagi kami pulangkan. tTakutnya anak-anak nyelonong main ke lokasi rawan. Soalnya murid kami banyak, kalau mengawasi semuanya, agak repot," sambung dia.

Baca juga: Longsor Terjang Mojo Kediri, Rumah Warga Tertimbun Sampai Rusak Berat, Tak Ada Korban Jiwa

SD-SMP Satap 1 Kampak memiliki 216 siswa SD yang terbagi menjadi sepuluh rombongan belajar.

Sementara jumlah siswa SMP sebanyak 90 siswa. Mereka terbagi menjadi tiga rombongan belajar. Masing-masing satu kelas untuk satu tingkatan.

Pantauan Tribunmataraman.com di lokasi, bangunan yang rubuh rata dengan tanah. 

Bangunan itu berada di dua sisi tebing. Jarak antara bangunan dan tebing kurang dari lima meter.

Baca juga: Belasan Rumah di Tulungagung Rusak Diterjang Angin Kencang, Ada yang Ambruk Tak Kuat Menahan

Randi, warga yang rumahnya berdekatan dengan sekolah, mengatakan, ambruknya sekolah dibarengi dengan suara gemuruh.

"Saya keluar rumah. Lari. Menengok sebalah-sebelah, ternyata bangunan sekolah yang ambruk," kata Randi.

Ketika kejadian, wilayah tersebut diguyur hujan deras. Sepengamatan Randi, tanggul penahan bangunan sekolah juga telah retak-retak jauh hari sebelum kejadian.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved