Berita Madura

Nilai Juri Tak Sportif, Cabor Drum Band Sampang Protes ke Panitia Porprov Jatim: Harusnya Dapat Emas

Ketua Harian bersama Pelatih dari Cabang Olahraga (Cabor) Drum Band dalam perhelatan Porprov Jatim VII Tahun 2022 di Kabupaten Jember melakukan protes

Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Para Atlet Cabor Drum Band kontingen Kabupaten Sampang, saat bertanding di Porprov Jatim VII Tahun 2022, Kabupaten Jember. Kontingen cabor drum band Sampang mengajukan protes ke panitia karena menilai juri tidak sportif 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Ketua Harian bersama Pelatih dari Cabang Olahraga (Cabor) Drum Band dalam perhelatan Porprov Jatim VII Tahun 2022 di Kabupaten Jember melakukan protes terhadap panitia.

Pasalnya, cara penilaian juri dalam memimpin pertandingan lomba drum band campuran, dengan nomer Lomba Berbaris Jarak Pendek (LBJP) 400 meter dinilai tidak sportif dan merugikan cabor drum band Sampang.

Pelatih Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Band Kabupaten Sampang, Sholeh mengatakan, bahwa di lomba LBJP 400 meter, kontingen Kabupaten Sampang memperoleh hasil prestasi limit waktu 2 menit 33 detik.

Artinya mengalahkan kontingen dari daerah lainnya seperti Gresik memperoleh hasil menit 44 detik dan Kediri 2 menit 58 detik.

"Tapi sangat disayangkan, keputusan juri tidak sesuai fakta," ujarnya melalui handphone selulernya kepada TribunJatim.com Senin (27/6/2022).

Baca juga: Pertandingan Catur Kilat Porprov VII Jatim Berjalan Sengit, Para Atlet Tunjukkan Performa Terbaik

Menurutnya, dengan prestasi limit tercepat, atlet kontingen Sampang menjadi juara pertama atau mendapat medali Emas.

"Sangat disayangkan, malah kami menjadi juara ke 3 atau medali perunggu," keluhnya.

Sementara saat melakukan protes, Sholeh pun menekankan jika menggunakan cara yang sesuai prosedur, namun tidak mendapatkan respon.

"Saat protes, kami menyertakan bukti autentik berupa video, tapi juri tetap tidak mengubah keputusannya dengan alasan diduga ada gerakan lari dalam lomba langkah cepat itu,'' tuturnya.

Ketua KONI Kabupaten Sampang Abdul Wasik tetap akan melakukan protes dan melakukan banding. 

Sebab, dirinya tidak puas dengan alasan juri yang hanya berdasarkan diduga atau dugaan semata.

"Alasannya kurang jelas, jadi kami tetap akan lakukan protes ke dewan hakim dan mengajukan banding ke mahkamah," tegasnya.

Terpisah, Kabid Binpres KONI Jatim Dudi Harjantoro menyarankan, jika kontingen Kabupaten Sampang mengajukan banding ke Dewan Hakim Porprov Jatim.

"Secepatnya lakukan banding," singkatnya.

Sementara, Panitia Porprov Jember Adi Kurniawan saat dikonfirmasi malah menyarankan agar melakukan konfirmasi ke Komite Wasit. 

"Saya bagian panitia Porprov Jember, jadi kurang enak kalau saya yang jelaskan, kalau tentang protes atau hal keberatan,'' pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved