Berita Mojokerto

Reaksi Pemkab Mojokerto Soal Kasus Pencabulan Guru Ngaji, Sebut Korban Tak Hanya 1 Orang

Kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang diduga dilakukan ustaz D memancing reaksi Pemkab Mojokerto

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Januar
TribunJatim.com/ M Romadoni
Kabid Perlindungan Anak DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Ani Widyastuti. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, M Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Pemkab Mojokerto melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) melakukan pendampingan psikologis terhadap sejumlah anak dibawah umur korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan guru mengaji.

Kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang diduga dilakukan ustaz D di Kecamatan Sooko tersebut telah dilaporkan orang tua korban ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Mojokerto, nomor TBL/B/156/V/2022/SPKT/Polres Mojokerto, pada 28 Mei 2022 lalu.

Kabid Perlindungan Anak DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Ani Widyastuti menjelaskan pihaknya melibatkan Tim Khusus untuk mendampingi anak-anak korban pelecehan seksual.

"Kita sudah terima laporannya terkait kejadian itu dan kami langsung melakukan pendampingan kita juga sudah mendatangi rumah untuk assement," jelasnya, Senin (27/6/2022).

Ani menyebut pihaknya melibatkan psikolog klinis untuk melakukan pemantauan dan pengawasan kondisi psikis dan kejiwaan anak korban pelecehan seksual.

"Kita lakukan pendampingan traumatik korban untuk mengantisipasi apakah setelah kejadian ini mengalami trauma berkepanjangan dan kita sudah dua kali kesana," ungkapnya.

Baca juga: Siasat Guru Ngaji di Mojokerto Berbuat Dosa ke Muridnya, Disuruh Nonton Video Lalu Lepas Sarung

Menurut dia, ada tiga anak di bawah umur yang menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan guru mengaji ustaz D di Kecamatan Sooko, Mojokerto. Tiga korban ini dalam pengawasan dan serangkaian pemeriksaan psikologis.

"Ada tiga orang ketika memang kita dampingi semuanya laki-laki mereka cerita dari peristiwa itu dan trauma," ucap Ani.

Ia mengatakan pihaknya akan terus melakukan pendampingan korban kejahatan seksual hingga proses persidangan, putusan pengadilan hingga semua korban sembuh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved