Berita Pasuruan

Sosialisasi Revitalisasi Wisata Religi Terintegrasi, Gus Ipul: Bisa Jadi Ikon Kota Pasuruan

Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan mengumpulkan para pedagang kaki lima, dan semua pelaku usaha di kawasan alun - alun Kota Pasuruan, Senin (27/6/2022)

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA
Suasana saat Pemerintah Kota Pasuruan mengumpulkan para pedagang kaki lima, dan semua pelaku usaha di kawasan Alun-alun Kota Pasuruan, Senin (27/6/2022) di Gedung Gradika. Gus Ipul optimis ini bisa jadi ikon Kota Pasuruan 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pemerintah Kota Pasuruan mengumpulkan para pedagang kaki lima, dan semua pelaku usaha di kawasan Alun-alun Kota Pasuruan, Senin (27/6/2022) di Gedung Gradika.

Mereka dikumpulkan dalam rangka sosialisasi pembangunan wisata religi terintegrasi yang menjadi salah satu program pembangunan prioritas Walikota Pasuruan Gus Ipul dan Wakil Walikota Mas Adi.

Sosialisasi penataan kawasan wisata religi terintegrasi Alun-alun kota pasuruan untuk mewujudkan pasuruan kota madinah, maju ekonominya, indah kotanya dan harmoni warganya ini diikuti ratusan pelaku usaha di alun - alun.

Gus Ipul berterus terang merasa gembira karena sosialisasi ini berjalan cukup lancar. Ia juga menyebut, sosialisasi berjalan cukup lama rangkaiannya, mulai dari pertama kali dilantik. 

Ia menyebut, sosialisasi dilakukan pelan - pelan dan terus disempurnakan. Setelah itu, ditindaklanjuti dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan perencanaan yang matang.

Baca juga: Gelar Summer Green Camp di TPA Blandongan, Gus Ipul Ajak Milenial Sadar Menjaga Lingkungan

"Insyallah ini sudah ada pemenangnya, saya tidak tahu siapa. Tapi ini sudah berjalan. Kemungkinan akan mulai ditata mulai Juli sampai Desember mendatang. Mudah - mudahan, tahun depan sudah digunakan," katanya.

Gus Ipul mengatakan, ini adalah revitalisasi yang didalamnya adalah penataaan. Seperti penataan PKL, parkir, kemudian penataan untuk penziarah, arusnya ditata semuanya ditata agar lebih rapi, nyaman dan lebih rileks.

"Allhamdulillah pedagang ya mau, karena mereka bukan tidak boleh berjualan tapi ditata agar lebih tertib dalam berdagang. Ada SOP yang harus mereka patuhi, termasuk tempat pembuangan sampah dan lainnya," jelasnya.

Ia meyakini, jika ini terbangun sesuai dengan yang direncanakan, maka akan menjadi potensi wisata yang menjadi ikon Kota Pasuruan, wisata religi terintegrasi. "Buat wisatawan nyaman di Kota Pasuruan," urainya.

Baca juga: Gus Ipul Sebut Kota Pasuruan Butuh Satu Data Tunggal yang Solid: Sebagai Dasar Kebijakan Pembangunan

Harapannya, kata Gus Ipul, semakin banyak yang ke Kota Pasuruan semakin banyak yang berwisata dan belanja. "Mudah - mudahan, terwujud Madinah, maju ekonominya, indah kotanya dan harmoni warganya," urai dia. 

Salah satu peserta sosialisasi, mengakui dengan kehadiran Gus Ipul dan Mas Adi di Kota Pasuruan ini memberi warna tersendiri. Dia menyebut,dulu Kota Pasuruan ini seperti kota mati, tidak ada tanda - tanda kemajuan sama sekali.

"Saya kaget pulang ke sini setelah 11 tahun merantau di Bali, loh ternyata Kota Pasuruan bisa berubah seperti ini. Sata berharap, rencana - rencana besar Gus Ipul terealisasi agar Kota Pasuruan terus berkembang lagi," tutupnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved