Berita Pasuruan

Kronologi 10 Atlet Wushu Kota Pasuruan Didiskualifikasi dari Porprov, Ketua Kontingen: Memalukan

Nama besar kontingen Kota Pasuruan tercoreng dalam ajang Porprov Jatim VII tahun 2022 ini menyusul 10 atlet wushu Kota Pasuruan didiskualifikasi

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
ILUSTRASI atlet wushu. Nama besar kontingen Kota Pasuruan tercoreng usai 10 atlet wushu Kota Pasuruan didiskualifikasi dari dalam ajang Porprov Jatim. Mereka terbukti curang karena datanya tidak sama dengan yang didaftarkan. 

"H-1 ada beberapa atlet yang mundur. Otomatis kami harus cari pengganti tetapi tidak bisa secepatnya mengganti administrasi. Ya namanya kami berikhtiar,” jelasnya.

Ia juga menyebut KONI seharusnya melakukan verifikasi lebih dulu terhadap atlet yang diusulkan mengikuti Porprov. Mulai dari verifikasi administrasi maupun fisik. 

Ketua KONI Kota Pasuruan Gangsar Sulistyarso mengaku, pihaknya hanya memfasilitasi cabor yang akan bertanding di Porprov. 

"Untuk usulan data atlet dari cabor juga langsung dikirim ke panitia Porprov. KONI tak tahu-menahu jika ternyata atlet yang akan dipertandingkan ternyata beda," katanya.

Ia menyebut, cabor yang paling tahu perkembangan atlet selama mengikuti program, sebab pembinaan atlet itu ada di cabor. 

"Kalau memang pembinaan sudah jalan dan atletnya itu yang diusulkan ikut Porprov, apa dasar KONI untuk menolak," paparnya.

Disampaikannya, posisi KONI hanya menerima usulan dari cabor untuk diteruskan ke panitia. "Tapi, kami akan menindaklanjuti kasus joki atlet tersebut," terangnya.

Ia mengaku KONI perlu membentuk tim untuk melakukan investigasi untuk menindaklanjuti perkara ini. "Tentunya untuk menentukan sikap ke depan," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved