Berita Nganjuk

Dinas PUPR Bentuk URC Drainase, Cegah Banjir di Nganjuk dengan Normalisasi Saluran Air

Dinas PUPR membentuk unit reaksi cepat (URC) Drainase untuk mencegah banjir di Nganjuk dengan lakukan normalisasi saluran air.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Banjir melanda Nganjuk akibat terjadinya pendangkalan sendimen di drainase, 2022. Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk membentuk unit reaksi cepat (URC) Drainase yang bertugas dalam pemeliharaan drainase. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk membentuk unit reaksi cepat (URC) Drainase.

Sebelumnya, telah ada URC Perbaikan Jalan, dan URC Jogotirto untuk menangani perairan dan sungai.

Staf Bidang Cipta Karya PUPR Kabupaten Nganjuk, Suwignyo menjelaskan, URC Drainase bertugas membidangi pemeliharaan drainase yang sebelumnya merupakan tupoksi dari Dinas PRKPP atau Dinas Perkim.

Dikatakan Suwignyo, awal mula terbentuknya URC Drainase tersebut untuk mengatasi sering terjadinya banjir di wilayah Nganjuk dan Kertosono.

"Seperti beberapa waktu lalu sempat terjadi banjir di sekitar Pasar Wage Nganjuk, maka kami langsung langsung terjunkan tim URC Drainase ke lokasi tersebut untuk menormalisasi drainase yang mengalami pendangkalan," kata Suwignyo dalam talkshow di Radio Suara Anjuk Ladang Pemkab Nganjuk, Selasa (28/6/2022).

Menurut Suwignyo, sebelum menerjunkan tim URC Drainase Dinas PUPR, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak desa atau kelurahan, serta organisasi perangkat daerah (OPD) yang dulunya membangun dan menangani drainase, yakni Dinas Perkim. Dari hasil koordinasi, maka akan ditentukan titik mana yang terkena genangan saat musim hujan. Selanjutnya dilakukan pembuatan jadwal untuk menentukan lokasi yang akan lebih dulu diperbaiki.

"Seperti saat musim kemarau sekarang ini, kegiatan pemeliharaan drainase dimaksimalkan. Yakni dengan rutin bekerja setiap hari membersihkan sedimentasi saluran drainase agar aliran air lancar," ujar Suwignyo.

Lebih lanjut dikatakan Suwignyo, untuk penampungan air di Nganjuk, semua drainase perkotaan berasal dari permukiman, dan semua air akan masuk ke avur atau saluran pembuang. Di mana ada beberapa saluran pembuangan di antaanya saluran pembuang maria yang mengalir ke Sungai Kuncir kanan dan saluran pembuang asri yang mengalir langsung ke Sungai Brantas.

Untuk tahun 2022 ini, tambah Suwignyo, Dinas PUPR berencana akan membuat kolam ratensi atau penampungan di Kelurahan Mangundikaran, kemudian untuk tahun depan di Kelurahan Payaman.

Untuk mencegah terjadinya banjir di Nganjuk, pihaknya selalu mengimbau kepada masyarakat Nganjuk agar menjaga kebersihan dan menjaga drainase, supaya tidak ada genangan atau sedimen sampah yang menumpuk.

"Karena dampak dari membuang sampah di selokan atau saluran drainase yang sedimen menumpuk dipastikan akan menyebabkan terjadinya banjir," tutur Suwignyo.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Nganjuk

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved