Berita Kabupaten Kediri

Kabupaten Kediri Terima 16.400 Dosis Vaksin PMK, Bupati Mas Dhito Percepat Vaksinasi Hewan Ternak

Kabupaten Kediri telah menerima 16.400 dosis vaksin PMK, Bupati Mas Dhito percepat pelaksanaan vaksinasi untuk hewan ternak.

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Pemkab Kediri
Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di wilayah Kabupaten Kediri untuk mencegah penularan PMK, Jumat (1/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kabupaten Kediri telah menerima 16.400 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, pihaknya akan melakukan percepatan vaksinasi PMK pada hewan ternak.

"Sebanyak 16.400 dosis vaksin PMK telah kita terima, pelaksanaan vaksinasi sudah kita mulai dan kita harapkan sebelum Idul Adha semua telah selesai," kata Mas Dhito, sapaan Hanindhito Himawan Pramana, Jumat (1/7/2022).

Kasus PMK di Kabupaten Kediri telah menyebar di 140 desa yang ada di 26 kecamatan. Selain kegiatan vaksinasi PMK, Mas Dhito meminta pengobatan ternak yang terinveksi PMK, termasuk monitoring perkembangan kondisi kesehatannya tetap diutamakan. 

Daerah yang masuk prioritas vaksinasi PMK adalah desa yang minim penyebaran PMK dan masuk kategori desa hijau.

Secara detail, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsing menyampaikan, desa yang masuk kategori hijau saat ini sebanyak 204 desa. 

Populasi ternak di desa kategori hijau menjadi prioritas, karena selain meminimalisir penyebaran, juga meminimalisir risiko bilamana terdapat efek samping dari vaksin. Hewan yang mendapatkan vaksin pun hewan yang benar-benar sehat.

"Sesuai dengan SOP hewan yang pernah terkena PMK tidak wajib untuk divaksin," terangnya.

Hewan ternak sapi yang divaksin diprioritaskan untuk sapi perah, baru kemudian ke sapi bibit maupun anakan. Sedangkan untuk sapi yang dalam waktu dekat akan disembelih tidak dilakukan vaksinasi PMK, sebab akan menyisakan residu yang dikhawatirkan berdampak pada orang yang mengkonsumsi.

"Jadi saat ini ternak jantan terutama yang akan dikurbankan tidak jadi sasaran vaksin, termasuk ternak yang masih bunting maupun sakit, tidak divaksin," ungkapnya.

Dalam upaya pelaksanaan percepatan vaksinasi PMK, DKPP Kabupaten Kediri menggandeng kalangan akademisi perguruan tinggi yang memiliki jurusan kedokteran hewan. Selain itu, bantuan sumber daya manusia (SDM) juga datang dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia sebanyak 25 dokter hewan mandiri. 

Kemudian, lanjut Tutik, pihaknya meminta bantuan mahasiswa dari Fakultas Pertanian jurusan Peternakan untuk membantu dalam recorder. Hal itu ditujukan untuk mengoptimalkan SDM yang sudah ada agar membantu penanganan vaksinasi PMK.

"Jadi recordernya dari teman perguruan tinggi, supaya tidak mengurangi petugas yang melakukan penanganan," urainya.

Sementara itu, petugas medik veteriner DKPP Kabupaten Kediri, Tri Wahyuningsih yang ditemui saat melakukan vaksinasi PMK menambahkan, vaksinasi untuk sapi perah yang tergabung dalam KUD telah dilakukan dengan total 11.000 dosis. Kemudian 5.400 dosis diperuntukkan untuk sapi pedaging, termasuk sapi perah di luar KUD.

"Setelah vaksinasi pertama ini, empat minggu kemudian dilakukan vaksinasi kedua," ucapnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Kediri

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved