Berita Mojokerto

Guru Ngaji di Mojokerto yang Tega Nodai Murid Laki-laki Ditangkap, Modusnya Disuruh Lepas Sarung

Anggota Unit  Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Mojokerto akhirnya mengamankan seorang guru Ngaji yang diduga melakukan pelecehan

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
Ilustrasi kasus pelecehan seksual yang dilakukan guru ngaji di Mojokerto kepada murid laki-lakinya yang masih di bawah umur 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Mojokerto akhirnya mengamankan seorang guru ngaji yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Korban adalah tiga orang anak laki-laki yang mengalami pelecehan seksual saat menuntut ilmu agama di salah satu lembaga non formal Kecamatan Sooko, Mojokerto yang merupakan tempat Rd alias ustaz D mengajar.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Gondam Pringgodani mengatakan kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dinaikkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Hal ini setelah penyidik melakukan pemeriksaan sejumlah saksi yang diperkuat dengan keterangan korban.

"Iya sudah kami amankan," jelasnya saat dikonfirmasi Surya.co.id (Tribun Jatim Network), Sabtu (2/7/2022).

Gondam menyebut pihaknya memastikan kasus kejahatan seksual yang korbannya anak di bawah ini bakal diusut tuntas hingga ke persidangan.

"Mohon sabar ya rencana hari Senin akan kami sampaikan ke teman-teman media," ungkapnya.

Baca juga: Siasat Guru Ngaji di Mojokerto Berbuat Dosa ke Muridnya, Disuruh Nonton Video Lalu Lepas Sarung

Seperti yang diketahui, sejumlah anak laki-laki di bawah umur menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan guru mengaji di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Orang tua korban melaporkan tindakan asusila tersebut ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Mojokerto, nomor TBL/B/156/V/2022/SPKT/Polres Mojokerto, pada 28 Mei 2022 lalu.

Korban mengalami pelecehan seksual yang diduga dilakukan Rd saat jam istirahat siang hari. Modusnya, Rd mengajak korban ke ruangan sekertariat TPQ dan meminta melepaskan sarung dan celana dalam.

Rd berdalih ke korban lain dengan mengajarkan ilmu tentang hukum Islam Fiqih tentang akil baliq (Pubertas). Bahkan dia melakukan masturbasi terhadap korban dengan alasan akan diajari cara bersuci.

Korban pelecehan seksual kini dalam perlindungan Tim Khusus Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved