Berita Surabaya

Jelang Keberangkatan Kloter Terakhir, PPIH Surabaya Beberkan Sejumlah Bahan Evaluasi

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Asrama Haji Embarkasi Surabaya menyampaikan sejumlah bahan evaluasi jelang akhir keberangkatan kloter 38

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
Sejumlah 449 penumpang, terdiri dari 445 calon jemaah haji yang berasal dari Kota Tuban dan Bojonegoro dan 4 personil petugas haji berangkat dari Bandara Internasional Juanda menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah. Sabtu (4/6/2022). Berdasarkan ini PPIH Surabaya Beberkan Sejumlah Bahan Evaluasi jelang keberangkatan kloter terakhir 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Asrama Haji Embarkasi Surabaya menyampaikan sejumlah bahan evaluasi jelang akhir keberangkatan kloter 38 atau kloter terakhir, Sabtu (2/7/2022),

Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Jatim, Abdul Haris, mengatakan, pihaknya telah memberangkatkan total 16.586 jemaah haji dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya, termasuk kloter 38 sebanyak 251 yang dilepas nanti malam.

Masih kata Haris, rencana kepulangan para jemaah haji dari Tanah Suci ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya dijadwalkan pada tanggal 17 Juli.

"Meskipun ada yang masih dalam proses penyelesaian administrasi, mudah mudahan bisa terselesaikan dan diberangkatkan sesuai dengan rencana. Tidak langsung ke Jeddah, tapi ke Palembang karena menunggu jemaah sana sejumlah 119 orang yang direncanakan," ujarnya.

Lebih lanjut Abdul Haris menerangkan, berdasarkan Keputusan Kemenag nomor 502, Provinsi Jatim mendapatkan kuota sebanyak 16.048 total.

Kemudian dalam perjalanan pelaksanaan musim haji, ada 25 jemaah yang mengalami mutasi keluar dan 65 jemaah mutasi masuk. 

Baca juga: Berangkatkan Jemaah Haji Kloter 24, Khofifah Berpesan Agar Jemaah Haji Selipkan Doa untuk Jawa Timur

"Sehingga total jemaah dari Jatim seluruhnya 16.088. Meskipun jumlahnya melebihi dari kuota yang ditentukan, tidak mengubah jumlah kuota nasional," ucapnya.

"Kami lantas melakukan penyesuaian seperti penambahan living cost, perlengkapan tas dan koper, serta layanan kesehatan," terangnya.

Ditanya soal jumlah jemaah haji cadangan, Abdul Haris menjelaskan, data awal yang dihimpun tercatat mencapai sekitar 800. Menurutnya, tidak semua jemaah melakukan pelunasan.

"Ada 757 jemaah yang tidak mengkonfirmasi pelunasan. Setelah kami lacak, alasannya karena beberapa hal, diantaranya tidak berangkat lantaran sakit, hamil, atau ada acara keluarga," ungkapnya. 

Dari hal itu, imbuh dia, kemudian diisi oleh jemaah cadangan yang jumlahnya menjadi 119 jemaah setelah dilakukan penataan pra manifest.

Jumlah 119 itu, kata Haris, telah diberangkatkan sejak kloter pertama satu persatu. Untuk jumlah jemaah cadangan yang tersisa dan belum berangkat ada 86. 

"Nantinya kami berangkatkan di kloter 38. Untuk dokumen pada 86 jemaah tersebut sudah selesai semua dan siap berangkat," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved