Berita Kediri

Remaja Kediri Sukses Bisnis Talenan, Jenis Kayu Asem Ramai Dipesan, Sebut Bikin Daging Tak Bau Amis

Memanfaatkan limbah kayu, Moch Mahesa Ardiswara (20) sukses menjadi perajin dan berbisnis talenan.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/DIDIK MASHUDI
Moch Mahesa Ardiswara, remaja Kediri ini memperlihatkan kayu talenan hasil kerajinan tangannya di lapak jualan Jl Raung, Kota Kediri, Minggu (3/7/2022). Jenis kayu asem banyak dipesan karena dipercaya bikin daging tidak bau amis 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Memanfaatkan kayu limbah, Moch Mahesa Ardiswara (20) sukses menjadi perajin dan berbisnis talenan. Remaja yang baru lulus SMK PGRI 4 Kediri ini sudah membuka lapak sendiri di Jl Raung, Kota Kediri.

Bisnis kayu talenan yang dilakukan Mahesa berawal sejak Pandemi Covid 19 mulai mewabah. Karena kegiatan sekolah lebih banyak dilakukan secara daring sehingga lebih banyak aktivitas di rumah.

Untuk mengisi waktu luangnya, Mahesa kemudian memanfaatkan kayu limbah sisa bangunan yang ada di rumahnya. Pembuatan kerajinan talenan dilakukan secara otodidak. 

"Di rumah banyak kayu limbah sehingga saya manfaatkan untuk tlenan. Ternyata tlenan buatan saya banyak yang pesan," ungkap Mahesa di lapak jualannya, Minggu (3/7/2022).

Selain untuk tlenan, kayu limbah dimanfaatkan untuk nampan dan alat panggang pizza. Talenan dibuat untuk merajang bumbu, bahan sayuran dan daging. 

Kerajinan lainnya ada dingklik atau kursi kecil dari bahan kayu serta papan kayu untuk alamat rumah. "Kami kerjakan sendiri dibantu saudara," ungkapnya.

Baca juga: Berhenti Jadi Guru, Pria Ponorogo Raup Omzet Puluhan Juta Berkat Olah Limbah Kayu Jadi Busur Panah

Talenan buatan Mahesa dibuat beraneka macam, mulai ukuran kecil sampai ukuran besar. Tlenan besar biasanya untuk memotong daging.

Mahesa juga memanfaatkan hampir semua jenis kayu. Ada kayu nangka, kayu waru, kayu mahoni, kayu asem hingga kayu jati. 

Talenan kayu asem saat ini banyak dicari karena sangat cocok untuk memotong daging agar tidak berbau amis. "Kami banyak terima pesanan dari daerah Nganjuk," ungkapnya. 

Malahan Mahesa juga berinovasi untuk membuat talenan ukuran kecil untuk souvernir hajatan. Diluar dugaan cukup banyak masyarakat yang order kayu talenan untuk souvernir hajatan.

"Saya sudah sering membuat tlenan untuk souvernir manten," ujarnya.

Baca juga: Berawal dari Keresahan, Pelajar SMA di Gresik Olah Limbah Kulit Kelapa Muda Jadi Energi Listrik

Ada juga talenan ukuran besar yang bisa dimanfaatkan untuk oven masakan pizza. Talenan pizza ini ukurannya 30x40 centimeter serta talenan alas nampan.

Talenan buatan Mahesa juga dijual sesuai dengan ukuran besar kecil serta tebal dan tipis.

Untuk ukuran besar dan tebal dijual Rp 100.000, sementara untuk ukuran besar dan tipis dijual Rp 70.000.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved