Penangkapan DPO Pencabulan Jombang

BREAKING NEWS, Polisi Kembali Kepung Persembunyian MSAT Anak Kiai Jombang DPO Kasus Pencabulan

Polda Jatim kembali melakukan upaya penegakkan hukum atas kasus dugaan kekerasan seksual dengan tersangka berstatus DPO berinisial MSAT (41).

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Tangkapan layar upaya penangkapan oleh anggota Polda Jatim di ponpes Jalan Raya Ploso Jombang 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Polda Jatim kembali melakukan upaya penegakkan hukum atas kasus dugaan kekerasan seksual dengan tersangka berstatus DPO berinisial MSAT (41).

Informasinya, sejak kamis (7/7/2022) pagi, anggota Ditreskrimum Polda Jatim, mengerahkan ratusan orang personel ke tempat persembunyian MSAT di ponpes kawasan Ploso, Jombang

Dalam proses upaya penggeledahan dan penangkapan terhadap MSAT. Polisi mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam upaya menghalang-halangi petugas .

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengungkapkan, sejumlah orang yang diamankan itu, dibawa menggunakan mobil menuju ke Mapolres Jombang. 

Baca juga: Anak Kiai Jombang DPO Pencabulan Tak Kunjung Tertangkap, Polda Jatim Buka Suara: Kita Lagi Berjuang

"Nanti akan kita data ke polres, kami akan periksa semua. Nanti akan kami informasikan. Sementara itu," katanya, Kamis (7/7/2022). 

Sejumlah orang itu diamankan polisi karena menghalang-halangi upaya polisi menggeledah sejumlah area ponpes yang diduga menjadi tempat persembunyian MSAT. 

"Kami masih melakukan upaya penggeledahan di beberapa gedung. Karena di dalam luas sekali. Gedung kamar kamar, itu kami periksa. Mudah mudahan dalam waktu dekat segera kita menemukan tersangka," jelasnya. 

Mantan Kapolsek Wonokromo itu mengungkapkan, petugas sempat terlibat aksi dorong dengan sejumlah orang yang menghalangi kedatangan para petugas untuk masuk ke dalam area ponpes. 

"Tidak ada yang terluka. Hanya dorong dorongan aja tadi masuk. Karena sempat tadi waktu kami masuk, di pintu gerbang itu ada para santri, ada simpatisan, di situ memanjakan doa. Kami beri waktu satu jam, ternyata satu jam belum mau, akhirnya kami melakukan upaya paksa mendorong aja. Akhirnya kita bisa masuk dan berproses," pungkasnya. 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved