Penangkapan DPO Pencabulan Jombang

FAKTA Anak Kiai Jombang Tersangka Pencabulan Dibekuk Polisi, Dicari Sampai Kamar, Dorong Paksa Massa

Inilah fakta-fakta terlengkap soal anak Kiai Jombang yang ditangkap paksa polisi setelah dinyatakan jadi tersangka pencabulan dan berstatus DPO.

Penulis: Ignatia | Editor: Sudarma Adi
TribunJatim.com
Kolase foto penangkapan MSAT anak Kiai Jombang yang belum tertangkap hingga hari ini, Kamis (7/7/2022). 

TRIBUNJATIM.COM - Kasus pencabulan yang menyeret nama MSAT (42) akhirnya kini mendapat lebih atensi publik.

Hal ini mengikuti kegiatan penjemputan paksa polisi setelah MSAT, anak kiai Jombang itu tak kunjung dibawa ke kantor polisi.

Polisi melakukan berbagai cara untuk mengamankan MSAT.

Termasuk mendatangi pondok pesantren tempat MSAT berasal.

Ada berbagai usaha yang dilakukan polisi tetapi sosok satu ini belum juga bisa dibekuk.

Baca juga: Sosok Mas Bechi DPO Pencabulan MSAT, Anak Kiai Jombang Ngaku Punya Ilmu Metafakta, Ini Ciri-cirinya

Saat itu, Polda Jatim dan Polres Jombang bahkan sampai mengalami kejar-kejaran iring-iringan 3 mobil di Jombang.

Oleh polisi, mereka diminta untuk berhenti.

Namun, mereka menolak.

Bahkan, satu di antara mobil tersebut hendak menabrak seorang polisi yang mengejarnya menggunakan motor.

Hingga ada indikasi saat itu oknum dari tersangka lolos.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Tangkapan layar upaya penangkapan oleh anggota Polda Jatim di ponpes Jalan Raya Ploso Jombang
Tangkapan layar upaya penangkapan oleh anggota Polda Jatim di ponpes Jalan Raya Ploso Jombang (Istimewa/TribunJatim.com)

Untuk mengetahui fakta-fakta selengkapnya terkait kasus ini, berikut Tribun Jatim rangkum menjadi satu:

1. Anak Kiai Jombang Tak Kunjung Tertangkap

Polisi sudah lama melakukan usaha penangkapan terhadap MSAT yang dilakukan sejak beberapa bulan belakangan.

Kasus pencabulan yang menjerat MSAT bahkan sudah diproses sejak 2019 lalu.

Namun, hingga saat ini setelah berstatus tersangka, anak kiai Jombang ini belum juga tertangkap.

Pada Kamis (16/12/2021), pihak Hakim PN Surabaya menolak permohonan praperadilan MSAT.

Alasannya menolak permohonan praperadilan tersebut karena kurangnya pihak termohon, dalam hal ini Polres Jombang.

2. Awal Mula Kasus

Kasus yang menjerat MSAT pertama kali, dilaporkan ke Polres Jombang pada Selasa (29/10/2019) oleh korban yang berinisial NA salah seorang santri perempuan asal Jawa Tengah.

Lalu, Selasa (12/11/2019), Polres Jombang mengeluarkan surat perintah dimulainya penyidikan.

MSAT dijerat dengan pasal berlapis yakni tentang pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur atau pasal 285 dan 294 KUHP.

Pada Januari 2020, Polda Jatim mengambil alih kasus tersebut. Namun MSAT tetap mangkir dalam agenda pemeriksaan. Polisi bahkan gagal menemui MSAT saat akan diperiksa di lingkungan lembaga pendidikan tempat tinggalnya.

MSAT sempat mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Surabaya untuk meminta kepastian hukum atas status hukumnya yang sudah dua tahun tanpa kejelasan.

Dalam permohonan praperadilan itu, termohon adalah Polda Jatim dan turut termohon adalah Kejaksaan Tinggi Jatim.

Kuasa hukum MSAT, Setijo Boesono, saat itu, mengatakan, berkas kasus kliennya sudah beberapa kali ditolak oleh pihak kejaksaan, namun sampai saat ini belum jelas kepastian proses hukum berlanjut.

Ratusan Polisi melakukan upaya penangkapan paksa terhadap MSAT tersangka DPO kasus pencabulan di Ponpes 
Shiddiqiyyah, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Kamis (7/7/2022).
Ratusan Polisi melakukan upaya penangkapan paksa terhadap MSAT tersangka DPO kasus pencabulan di Ponpes Shiddiqiyyah, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Kamis (7/7/2022). (TRIBUNJATIM.COM/Mohammad Romadoni)

3. Upaya Penangkapan Kali Ini Besar Ratusan Polisi Terjun

Polda Jatim kembali melakukan upaya penegakkan hukum atas kasus dugaan kekerasan seksual dengan tersangka berstatus DPO berinisial MSAT (41).

Informasinya, sejak kamis (7/7/2022) pagi, anggota Ditreskrimum Polda Jatim, mengerahkan ratusan orang personel ke tempat persembunyian MSAT di ponpes kawasan Ploso, Jombang

Dalam proses upaya penggeledahan dan penangkapan terhadap MSAT. Polisi mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam upaya menghalang-halangi petugas .

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengungkapkan, sejumlah orang yang diamankan itu, dibawa menggunakan mobil menuju ke Mapolres Jombang.

Baca juga: Sosok MSAT Anak Kiai Jombang Pelaku Rudapaksa Santri, Heboh Ayahnya Minta Sang Anak Tidak Ditangkap

4. Sejumlah Massa Menghalangi hingga Harus Dorong-dorongan Paksa

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengungkapkan, sejumlah orang yang diamankan itu, dibawa menggunakan mobil menuju ke Mapolres Jombang

Sejumlah orang itu diamankan polisi karena menghalang-halangi upaya polisi menggeledah sejumlah area ponpes yang diduga menjadi tempat persembunyian MSAT. 

Mantan Kapolsek Wonokromo itu mengungkapkan, petugas sempat terlibat aksi dorong dengan sejumlah orang yang menghalangi kedatangan para petugas untuk masuk ke dalam area ponpes. 

"Tidak ada yang terluka. Hanya dorong dorongan aja tadi masuk. Karena sempat tadi waktu kami masuk, di pintu gerbang itu ada para santri, ada simpatisan, di situ memanjakan doa. Kami beri waktu satu jam, ternyata satu jam belum mau, akhirnya kami melakukan upaya paksa mendorong aja. Akhirnya kita bisa masuk dan berproses," pungkasnya.

Tangkapan layar video upaya persuasif Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat saat menemui ayahanda MSAT disela operasi penangkapan oleh anggota Polda Jatim di ponpes Jalan Raya Ploso Jombang
Tangkapan layar video upaya persuasif Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat saat menemui ayahanda MSAT disela operasi penangkapan oleh anggota Polda Jatim di ponpes Jalan Raya Ploso Jombang (Istimewa/TribunJatim.com)

5. MSAT Dicari-cari Sampai ke Kamar di Gedung

Upaya polisi kali ini menggeledah persembunyian MSAT terus dilakukan secara masif.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto mengatakan, petugas menggeledah ruangan-ruangan yang kemungkinan digunakan MSA untuk bersembunyi.

Polisi, ujar dia, berhasil memasuki pesantren setelah sebelumnya dihalang-halangi oleh massa.

"Kami lakukan penggeledahan di dalam pondok. Mohon doanya mudah-mudahan hari ini kita bisa menemukan yang bersangkutan," kata Dirmanto.

Upaya jemput paksa MSA oleh polisi dilakukan sejak pukul 08.00 WIB.

Namun sejauh ini, polisi belum berhasil menemukan keberadaan MSA.

Dirmanto menegaskan, pihaknya akan menyisir berbagai tempat yang dicurigai sebagai tempat MSA bersembunyi.

Sejumlah orang itu diamankan polisi karena menghalang-halangi upaya polisi menggeledah sejumlah area ponpes yang diduga menjadi tempat persembunyian MSAT. 

"Kami masih melakukan upaya penggeledahan di beberapa gedung. Karena di dalam luas sekali. Gedung kamar kamar, itu kami periksa. Mudah mudahan dalam waktu dekat segera kita menemukan tersangka," jelasnya. 

Mas Bechi merupakan pelaku kasus rudapaksa yang kini berstatus DPO, MSAT (46) hingga kini belum berhasil ditangkap.
Mas Bechi merupakan pelaku kasus rudapaksa yang kini berstatus DPO, MSAT (46) hingga kini belum berhasil ditangkap. (Facebook)

6. Sosok MSAT

Buronan atau tersangka pencabulan santriwati itu hingga kini belum bisa ditangkap.

Ayahnya yang merupakan seorang kiai Jombang melindungi putranya.

MSAT adalah anak kiai Jombang.

Moch Subchi Azal Tzani alias Mas Bechi.

Mas Bechi adalah anak dari KH Muhammad Mukhtar Mukthi yang beberapa hari ini menjadi trending karena video dirinya menasehati seorang polisi agar sang anak tidak ditangkap.

Bechi merupakan putra petinggi Pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah, KH Muhammad Mukhtar Mukthi.

Saat ini, dia menjabat sebagai pengasuh ponpes atau Wakil Rektor Ponpes Majma'al Bachroin Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Desa Losari, Ploso, Jombang.

Sementara itu, pria 42 tahun ini memiliki ciri-ciri tinggi 168 cm dengan bentuk wajah oval.

Rambut Bechi lurus berwarna hitam, senada dengan warna matanya.

Untuk warna kulit Bechi disebut sawo matang.

Ciri-ciri lainnya disebutkan Bechi memiliki tahi lalat hitam di bawah mata dan pipi sebelah kiri. (Luhur Pambudi/Yusron Naufal/TribunJatim.com)

Berita seputar Penangkapan DPO Pencabulan Jombang lainnya

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved