Penangkapan DPO Pencabulan Jombang

Halangi Upaya Jemput Paksa, 360 Simpatisan Anak Kiai Jombang Diamankan Polisi, Ada Puluhan Anak-anak

Polisi mengamankan ratusan simpatisan pendukung Moch Subchi Al Tsani alias MSAT (42) DPO tersangka kasus pencabulan.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/istimewa
Tangkapan layar video upaya persuasif Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat saat menemui ayahanda MSAT disela operasi penangkapan oleh anggota Polda Jatim di ponpes Jalan Raya Ploso Jombang. Terbaru ada 60 simpatisan anak kiai Jombang DPO pencabulan yang diamankan polisi karena menghalangi petugas saat melakukan upaya penangkapan 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Polisi mengamankan ratusan simpatisan pendukung Moch Subchi Al Tsani alias MSAT (42) anak kiai Jombang DPO tersangka pencabulan.

Mereka diamankan lantaran dianggap menghalang-halangi saat petugas melakukan upaya jemput paksa di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Kamis (7/7/2022).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Dirmanto mengatakan banyak simpatisan yang berada di dalam Ponpes dan sudah diamankan ke Polres Jombang.

Banyak simpatisan itu berasal dari luar kota seperti Malang, Banyuwangi, Semarang, Yogyakarta bahkan ada yang luar jawa yaitu dari Lampung.

"Jumlah simpatisan itu ada sekitar 320 orang dan 20 di antaranya adalah anak-anak," jelasnya di Ponpes Shiddiqiyyah, Ploso Jombang, Kamis (7/7).

Pihaknya akan menindak tegas apabila yang bersangkutan terbukti melanggar hukum lantaran menghalang-halangi tugas Polisi saat melakukan penangkapan terhadap tersangka MSAT.

Baca juga: MSAT Anak Kiai Jombang Jadi Tersangka Pencabulan, Kabareskrim Minta Kemenag Cabut Izin Ponpes

Baca juga: 60 Simpatisan Anak Kiai Jombang Diamankan usai Halangi Upaya Penangkapan Paksa MSAT

"Sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang menghalang-halangi proses penyidikan itu dan ancaman hukumannya lima tahun," ucap Dirmanto.

Dari pengamatan di lokasi sejumlah orang yang berada di rumah utama Ponpes Shiddiqiyyah meski Polisi melakukan penggeledahan untuk mencari keberadaan DPO pencabulan.

Petugas Polda Jatim dan Polres Jombang melakukan penggeledahan di sejumlah bangunan rumah yang berada di dalam kawasan Ponpes tersebut.

Petugas siaga melakukan penjagaan ketat di pintu gerbang masuk ke kawasan Ponpes Shiddiqiyyah, Ploso.

Polisi menutup akses masuk ke kawasan Ponpes menggunakan tameng hitam di gapura pintu masuk sisi selatan.

Keberadaan MSAT masih misterius hingga saat ini Polisi belum berhasil menangkapnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved