Penangkapan DPO Pencabulan Jombang

KRONOLOGI Kasus Pencabulan Anak Kiai Jombang, MSAT Jadi Tersangka 3 Tahun Lalu, Polisi Terbitkan DPO

Melihat proses awal kasus pencabulan santriwati, ini rangkaian kasus pencabulan yang dilakukan anak kiai Jombang itu.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Sudarma Adi
istimewa
Kolase upaya polisi melakukan penangkapan anak kiai Jombang DPO pencabulan dan sosok tersangka inisial MSAT (42) 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Setelah menunggu lebih dari 3 tahun, kasus pencabulan santriwati di Jombang yang dilakukan anak kiai Jombang hampir mendekati titik akhir.

Itu setelah gabungan polisi dari Polres Jombang dan Polda Jatim menggerebek dan menjemput paksa MSAT, di Ponpes Shiddiqiyyah Jombang.

Proses penjemputan paksa MSAT alias Mas Bechi di ponpes tak berjalan lancar karena puluhan relawan dan santri ponpes itu menghalangi polisi.

Sedangkan polisi sampai saat ini masih menggeledah keberadaan MSAT di ponpes itu.

Melihat proses awal kasus pencabulan santriwati, ini rangkaian kasus pencabulan yang dilakukan anak kiai Jombang itu.

Baca juga: Geledah Pondok Cari Anak Kiai Jombang DPO Pencabulan, Polda Jatim: Semoga Hari Ini Bisa Ditemukan

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto sebelumnya mengungkap, pihaknya mengamankan sejumlah orang yang diduga menghalangi upaya kepolisian menangkap MSAT (41) DPO tersangka kekerasan seksual terhadap santriwatinya di area ponpes, Jalan Raya Ploso, Jombang, Kamis (7/7/2022).

Sejumlah orang itu diamankan menggunakan tiga unit truk kepolisian untuk dibawa ke Mapolres Jombang, guna didata jumlahnya sekaligus dimintai keterangan.

Mantan Kapolsek Wonokromo itu juga menambahkan, sejumlah orang yang diamankan itu, terdiri dari beberapa santriwati, dan ada pula relawan dari luar Kabupaten Jombang.

Kombes Pol Dirmanto mengatakan, pihaknya masin melakukan upaya untuk mengamankan MSAT, untuk segerakan dilakukan mekanisme tahapan hukum lanjutan, yakni melimpahkan tersangka ke pihak kejaksaan.

"Mohon doanya, mudah mudahan hari ini kita bisa menemukan yang bersangkutan. Karena ini langkah terakhir polisi untuk menyerahkan ke pengadilan. Kita ketahui, yang bersangkutan itu belum tentu salah, belum tentu benar juga, maka itu, ditentukan di pengadilan," pungkasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved