Penangkapan DPO Pencabulan Jombang

KRONOLOGI Kasus Pencabulan Anak Kiai Jombang, MSAT Jadi Tersangka 3 Tahun Lalu, Polisi Terbitkan DPO

Melihat proses awal kasus pencabulan santriwati, ini rangkaian kasus pencabulan yang dilakukan anak kiai Jombang itu.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Sudarma Adi
istimewa
Kolase upaya polisi melakukan penangkapan anak kiai Jombang DPO pencabulan dan sosok tersangka inisial MSAT (42) 

Itu diperkuat pernyataan Kejari Jombang melalui Kepala Seksi Intelijen Harry Rachmad, dimana berdasarkan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan) yang diterimanya, telah ada penetapan tersangka atas nama MSA.

“Saya barusan konfirmasi dengan Kasi Pidum (Kepala Seksi Pidana Umum) dan membenarkan, SPDP perkara MSA (39) warga asal Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang sudah diterima,” terang Harry Rachmad, Rabu (4/12/2019).

Harry Rachmad menambahkan, dalam SPDP bernomor B/ 175/ XI/ RES.1.24./2019/Satreskrim berisi empat lembar tersebut, tertuang perihal tentang pemberitahuan dimulainya penyelidikan Tsk an.MSA tertanggal 12 November 2019.

“Berdasar SPDP yang kami terima, memang sudah ada penetapan tersangka atas perkara tersebut,” rinci Harry Rachmad.

Kolase foto penangkapan MSAT anak Kiai Jombang yang belum tertangkap hingga hari ini, Kamis (7/7/2022).
Kolase foto penangkapan MSAT anak Kiai Jombang yang belum tertangkap hingga hari ini, Kamis (7/7/2022). (TribunJatim.com)

Pada Januari 2020, Polda Jatim mengambil alih kasus tersebut.

Namun MSAT tetap mangkir dalam setiap tahapan agenda pemeriksaan. Polisi bahkan gagal menemui MSAT saat akan dilakukan penyidikan yang bertempat di lingkungan lembaga pendidikan tempat tinggalnya.

Seperti seakan tidak lagi terdengar, kurun waktu dua tahun. Kasus tersebut kembali mencuat pada akhir tahun 2021.

MSAT sempat mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya untuk meminta kepastian hukum atas status hukumnya yang sudah dua tahun tanpa kejelasan.

Baca juga: 60 Simpatisan Anak Kiai Jombang Diamankan usai Halangi Upaya Penangkapan Paksa MSAT

Dalam permohonan praperadilan itu, termohon adalah Polda Jatim dan turut termohon adalah Kejaksaan Tinggi Jatim.

Kuasa hukum MSAT, Setijo Boesono, saat itu, mengatakan, berkas kasus kliennya sudah beberapa kali ditolak oleh pihak kejaksaan, namun sampai saat ini belum jelas kepastian proses hukum berlanjut.

Namun pada Kamis (16/12/2021), pihak Hakim PN Surabaya menolak permohonan praperadilan MSAT. Alasannya menolak permohonan praperadilan tersebut karena kurangnya pihak termohon, dalam hal ini Polres Jombang.

Karena, proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini hingga penetapan tersangka dilakukan oleh Polres Jombang. Polda Jatim dalam kasus ini hanya meneruskan proses hukum saja.

Tangkapan layar video upaya persuasif Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat saat menemui ayahanda MSAT disela operasi penangkapan oleh anggota Polda Jatim di ponpes Jalan Raya Ploso Jombang
Tangkapan layar video upaya persuasif Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat saat menemui ayahanda MSAT disela operasi penangkapan oleh anggota Polda Jatim di ponpes Jalan Raya Ploso Jombang (TRIBUNJATIM/istimewa)

Pihak MSAT masih mengajukan upaya hukum mengajukan gugatan praperadilan atas status tersangkanya ke PN Jombang pada Kamis (6/1/2022), dengan pihak termohon sama, yakni Kapolda Jatim, Kapolres Jombang, Kajati Jatim, dan Kajari Jombang.
Namun, hasilnya ditolak.

Ditolaknya gugatan praperadilan MSAT sebanyak dua kali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved