Berita Kota Batu

Tak Terpengaruh dengan Persidangan JE, Aktivitas di SPI Kota Batu Berjalan Normal

Tak terpengaruh persidangan JE terkait kasus dugaan pelecehan seksual terhadap pelajar, kegiatan pembelajaran di SPI Kota Batu berjalan normal.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Kepala SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu, Risna Amalia Ulfa menegaskan, kegiatan belajar mengajar di SPI Kota Batu tidak terganggu oleh proses persidangan JE, Kamis (7/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Pada awal pekan depan, persidangan JE, terdakwa kasus dugaan pelecehan seksual terhadap pelajar akan memasuki tahapan putusan.

Sementara itu, media sosial tengah diramaikan oleh informasi kasus pelecehan tersebut, karena dua orang yang mengaku korban memberikan keterangan dalam program podcast di akun YouTube milik Deddy Corbuzier.

Sementara itu, aktivitas lingkungan Sekolah Selamat Pagi Indonesia atau SPI Kota Batu berlangsung normal. Sejumlah anak terlihat sedang bersih-bersih musala, sementara yang lain sedang membersihkan taman dan menyirami bunga. Bahkan kamar hotel yang berada di dalam lingkungan SPI dikabarkan telah penuh oleh pengunjung.

Keriuhan di luar tampaknya tidak mempengaruhi aktivitas di dalam lingkungan sekolah. Saat ini, para peserta didik sedang dalam masa liburan. Bahkan, SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu menerima 40 peserta didik baru pada tahun ajaran 2022-2023.

Kepala SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu, Risna Amalia Ulfa menegaskan, kegiatan belajar mengajar tidak terganggu oleh proses persidangan maupun ramainya perbincangan netizen merespons tayangan Deddy Corbuzier. Secara administrasi, kegiatan sekolah berlangsung normal.

Baca juga: Sidang Lanjutan Dugaan Kekerasan Seksual di SPI Kota Batu, JPU Hadirkan Dua Saksi dari Pihak Sekolah

“Pada intinya untuk setiap kegiatan, apapun yang terjadi, pendidikan di SMA SPI tidak terpengaruh apapun. Tujuan utama kami adalah menempuh pendidikan, sehingga itu yang kami fokuskan. Apapun yang terjadi di luar, kami upayakan semuanya berjalan normal di sini,” ujarnya, Kamis (7/7/2022).

Terlebih mudahnya akses informasi ke internet membuat para pelajar bisa mengetahui informasi mengenai kasus pelecehan. Risna juga tidak mengelak bahwa ia mengenal dua orang narasumber yang diundang Deddy Corbuzier dalam podcast-nya.

Dua orang narasumber itu disebutnya telah tinggal selama 11 tahun di lingkungan SPI. Setelah lulus SMA, mereka bekerja di tempat yang sama. Meskipun aktivitas berjalan normal, namun Risna mengatakan bahwa para pelajar mengalami tekanan psikologis.

“Berpengaruh secara psikis, anak-anak mendapatkan tekanan. Tapi mereka juga menyampaikan kepada kami tidak pernah mengalami, intinya mereka di sini baik-baik saja. Akhirnya kami berkomitmen melanjutkan pendidikan,” tegas Risna.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved