Berita Nganjuk

Kembangkan Potensi Ekraf, Pemkab Nganjuk Mulai Penataan Pelaku Ekonomi Kreatif 

Pemkab Nganjuk mulai melakukan penataan pelaku ekonomi kreatif (Ekraf).

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Forum Group Discusion (FGD) yang digelar Bappeda Nganjuk terkait dimulainya pemetaan dan penentuan ekonomi kreatif yang berpotensi untuk dapat dikembangkan. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIMN.COM, NGANJUK - Pemkab Nganjuk mulai melakukan penataan pelaku ekonomi kreatif (Ekraf). Hal itu dilakukan untuk menentukan, memetakan, serta mensinergikan potensi pengembangan Ekraf yang ada di masing-masing OPD.

Kepala Bidang III Bidang Perencanaan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Nganjuk, Eko Wahyudi mengatakan, pengembangan dan pelaksanaan Ekraf di Kabupaten Nganjuk sesuai dengan program dari pemerintah pusat.

"Yang berisi amanat pada pemerintah daerah untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang ada di daerahnya masing-masing," kata Eko Wahyudi dalam Forum Grup Discusion (FGD) bersama OPD Pemkab Nganjuk, kemarin.

Dijelaskan Eko Wahyudi, ekonomi kreatif memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan di Kabupaten Nganjuk.

Dalam skala nasional, Ekraf mampu memberikan kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDP) sebesar Rp 1.294 Triliun. Lebih besar setelah PDB sektor minyak dan gas (Migas) dengan jumlah Rp 400 ribu triliun.

Baca juga: Relokasi Warga Terdampak Proyek Bendungan Semantok Nganjuk Dimulai, Marhaen Djumadi: Lokasi Tak Jauh

Di Kabupaten Nganjuk, menurut Eko Wahyudi, kontribusi PDP Ekraf pada tahun 2021 mencapai sekitar Rp 3,9 triliun. Hal ini dihitung berdasarkan sektor lapangan usaha, makan atau minum, dan informasi-komunikasi.

"Itu potensi yang sangat luar biasa, makanya upaya kita untuk mulai intensif mengembangkan ekonomi kreatif di Kabupaten Nganjuk," ucap Eko Wahyudi.

Lebih lanjut dikatakan Eko Wahyudi, ada beberapa potensi yang dapat menggerakkan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Nganjuk.

Seperti melalui kebudayaan dan pariwisata yang dimiliki. Dan ada 17 sub-sektor dalam pengembangan Ekraf.

Di mana ke-17 sub-sektor tersebut yakni pengembangan permainan, arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, fashion, kuliner, film animasi dan video.

Sub-sektor selanjutnya, ungkap Eko Wahyudi, yakni fotografi, desain komunikasi visual, televisi dan radio, kriya, periklanan, seni pertunjukan, serta penerbitan dan aplikasi.

"Untuk itulah, sinergitas antar sub-sektor dan OPD sangat dibutuhkan dalam membangun dan mengembangkan Ekraf di Kabupaten Nganjuk," tandas Eko Wahyudi.

Sedangkan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNESA, Tri Sudarwanto mengambahkan,  dari kajian dihasilkan akan pentingnya pengembangan Ekraf di Kabupaten Nganjuk. Ini dikarenakan banyak potensi Ekraf yang dapat dikembangknan.

"Apalagi Kabupaten Nganjuk sebagai daerah proyek strategis nasional dan akses masuk jalan tol yang strategis bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan Ekraf," tutur Tri Sidarwanto.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved