Berita Surabaya

Masyarakat di Surabaya Diimbau Kemas Daging Kurban Pakai Kantong Ramah Lingkungan

DLH Surabaya meminta masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik untuk pengemasan daging. sebagai gantinya, pakai kantong ramah lingkungan

istimewa
Petugas di Surabaya saat memeriksa kondisi hewan Kurban yang akan disembelih. Masyarakat diimbau kemas daging kurban pakai Kantong Ramah Lingkungan 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya meminta masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik untuk pengemasan daging. Sebagai gantinya, masyarakat bisa menggunakan kantong ramah lingkungan.

Anjuran ini sebagai upaya menekan konsumsi sampah plastik dan melestarikan lingkungan. Apalagi, Pemkot Surabaya sebelumnya menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 16 tahun 2022 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Surabaya.

Perwali tersebut telah terbit pada 9 Maret 2022. Demikian pula dengan SE KLHK yang ditujukan kepada Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia untuk melaksanakan perayaan Hari Raya Idul Adha.

Masyarakat bisa menggunakan wadah besek dari bambu, box kertas,flod container, atau reusable bag (kantong dari kertas).

"Prinsipnya tanpa menggunakan kantong plastik yang bergagang,” kata Kepala DLH Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro.

Terkait teknis ini, DLH telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 000/1174/43.6.7.10/2022 tentang Sosialisasi Penyembelihan Hewan Qurban. Selain soal kemasan, pihaknya juga meminta masyarakat Kota Surabaya untuk tidak membuang sampah rumen (organ lambung sapi yang sangat besar) sembarangan.

Baca juga: Sibuknya Kampung Tusuk Sate di Tuban Jelang Idul Adha, Pesanan Meningkat, Untung Tak Seberapa

Sebab, hal itu akan mencemari lingkungan. SE ini akan disosialisasikan kepada Camat dan Lurah se-Kota Surabaya pada 07 Juli 2022 lalu.

Penerbitan SE tersebut berpedoman pada SE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)-Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun Nomor S.403/PSLB3/PUS/PLB.2/6/2022 mengenai Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha.

“Pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah pada tanggal 9-10 Juli 2022, para RT dan RW di wilayahnya masing-masing diharapkan melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan penyembelihan hewan kurban,” katanya.

Penyembelihan hewan kurban sebaiknya dilaksanakan di Rumah Potong Hewan (RPH). Kedua, apabila tidak dapat dilaksanakan di RPH, maka tidak diperbolehkan melakukan pencucian rumen dan membuang sampah di sungai. 

“Kemudian, untuk sampah sisa penyembelihan dibuang di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) terdekat,” jelas dia.

Baca juga: Stok Hewan Kurban di Surabaya Kurang, Bangkalan Kirim 2000 Sapi dan Ratusan Kambing Berdokumen Sehat

Melalui SE tersebut, diharapkan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban bisa berjalan dengan aman dan nyaman. Sebab, masyarakat diharapkan ikut menjaga kebersihan lingkungan, agar tidak membuang sampah dan limbah sembarangan.

“Untuk hewan kurban yang tidak disembelih di RPH, diharapkan jangan sampai membuang rumen atau jeroan hewan kurban ke sungai atau selokan. Lebih baik dibuang di TPS,” terang dia.

Jika jumlah sampah rumen cukup banyak, masyarakat dianjurkan untuk mengumpulkan sampah di tempat tertentu. Kemudian, segera menghubungi Command Center 112.

Nantinya, DLH Kota Surabaya bisa melakukan pengambilan atau pengangkutan sampah.

"Bisa menghubungi Command Center 112, maka kami akan melakukan pengangkutan sampah tersebut,” ungkap dia.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved