Penangkapan DPO Pencabulan Jombang

Ponpes Shiddiqiyyah Jombang Belum Terima Surat Penghentian Operasional, Kegiatan di Pondok Normal

Ponpes Shiddiqiyyah Jombang belum menerima surat resmi penghentian operasional, kegiatan di ponpes saat ini berjalan normal seperti biasa.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Mohammad Romadoni
Ilustrasi - Saat ini, aktivitas pembelajaran di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, masih berlangsung seperti biasa, Minggu (10/7/2022). 

"Jadi, lima unsur-unsur itulah yang menjadikan sebuah lembaga dapat disebut sebagai pesantren. Apabila salah satu dari lima unsur itu tidak ada, maka belum disebut pesantren, menurut undang-undang. Inilah yang disebut Arkanul Ma’had," tuturnya.

Adapun ruhul pesantren terdiri dari tujuh hal, yakni NKRI dan nasionalisme, keilmuan, keikhlasan, kesederhanaan, ukhuwah persaudaraan, kemandirian, dan kemaslahatan/keseimbangan. Semua itu, harus terpenuhi oleh sebuah pesantren.

Anam menegaskan, salah satu penyebab dari pencabutan izin operasional Ponpes Shiddiqiyyah adalah tidak terpenuhinya kemaslahatan.

Menurut ia, pencabutan izin operasional tersebut tidak serta merta menghentikan proses belajar mengajar secara keseluruhan pada hari ini. 

Kemenag mengamankan hak-hak santri yang belajar di sana, kemudian memetakan keinginan santri untuk melanjutkan pendidikan ke pesantren lain sesuai dengan keinginannya.

"Kami melindungi hak santri untuk mendapatkan layanan pendidikan. Saat ini santri sebagian ada yang masih berada di ponpes, ada yang sudah pulang dan sebagian sudah dipindahkan oleh orang tuanya ke pesantren yang lain," tutur Anam.

Terkait dengan dana operasional, terang Anam pihaknya akan langsung mencabut dana operasional yang masuk pada ponpes tersebut.

Kabid PD Pontren melanjutkan, jikalau pihak ponpes ingin mengurus kembali izin operasional pondok, maka perlu menunggu dua tahun berikutnya hingga Ponpes Shiddiqiyyah mampu memenuhi rukun dan ruhul dari pesantren.

Sebelumnya, lebih dari 15 jam, sekitar 600 orang personel gabungan kepolisian mengepung area komplek Ponpes Shiddiqiyyah, Jalan Raya Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/7/2022), guna mencari keberadaan Mas Bechi, DPO tersangka kasus pencabulan santri putri.

Setelah melalui proses panjang, polisi akhirnya berhasil jemput paksa tersangka Mas Bechi kurang lebih sekitar pukul 23.30 WIB.

Tersangka Mas Bechi menyerahkan diri dan dibawa ke Mapolda Jatim dengan pengawalan ketat.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta menjelaskan, upaya jemput paksa yang dilakukan polisi sejak pukul 08.00 WIB tetap mengedepankan komunikasi dengan pihak orang tua Mas Bechi.

"Dan akhirnya pada hari ini yang bersangkutan (Mas Bechi) menyerahkan diri kepada kami untuk ditahapduakan," jelas Irjen Pol Nico Afinta, di depan gerbang ponpes, Kamis (7/7/2022) malam. 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved