Berita Kabupaten Mojokerto

Kisruh Tahapan Pilkades di Jetis Mojokerto, Puluhan Warga Geruduk Gedung DPRD

Kisruh tahapan Pilkades di Jetis Mojokerto, puluhan warga menggeruduk Gedung DPRD. Mereka ingin menemui anggota dewan Komisi 1.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Mojokerto saat audiensi dengan warga terkait tahapan penyelenggara Pilkades di Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Mojokerto, Senin (11/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Merasa janggal dengan tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Jetis, sejumlah warga Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Mojokerto, menggeruduk Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto, Senin (11/7/2022).

Mereka ingin menemui anggota dewan Komisi 1 (Bidang Hukum dan Pemerintahan) terkait panitia Pemilihan Kepala Desa yang diduga tidak transparan.

Massa pendukung bakal calon kepala desa, Welly Wilianto ini mendesak DPRD Kabupaten Mojokerto untuk mediasi terkait persoalan penyelenggara Pilkades di Desa Canggu, Kecamatan Jetis.

Welly menjelaskan pihaknya menduga panitia penyelenggara Pilkades tidak transparan. Hal ini bermula saat dia meminta panitia untuk melihat kelengkapan berkas administrasi bacalon kades lain di waktu batas akhir pada 4 Juli 2022. Namun permintaannya tidak dihiraukan oleh panitia penyelenggara Pilkades tersebut.

"Panitia menyuruh minta izin ke camat baru kalau ada rekomendasi panitia menunjukkan, dan dari itu saja kami melihat tidak ada keterbukaan publik dari panitia penyelenggara," jelasnya usai mediasi di DPRD Kabupaten Mojokerto, Senin (11/7/2022).
 
Karena permintaannya ditolak, Welly kemudian mendatangi Kantor Kecamatan Jetis untuk meminta izin ke camat setempat. Saat itu, ia ditemui oleh sekretaris kecamatan dan yang bersangkutan meminta untuk membuat surat permohonan ke camat dan DPRD.

"Akhirnya ya saya buat hari ini kita difasilitasi anggota dewan untuk melakukan audiensi dan menyampaikan kejanggalan-kejanggalan," ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Mojokerto, Rindawati mengatakan, dalam mediasi tersebut melibatkan perwakilan bakal calon kades, Camat Jetis dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

"Kedatangan mereka untuk mengadukan kecurigaan-kecurigaan terkait seleksi penerimaan kepala desa yang dinilai curang karena meloloskan lima calon yang notabene warga dari desa lain," bebernya.

Dalam mediasi ini mereka juga menuding panitia penyelenggara Pilkades di Desa Canggu, Kecamatan Jetis, tidak transparan. Pasalnya, panitia penyelenggara tidak menghiraukan ketika diminta data dari bakal calon kades.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved