Berita Kota Batu

Komnas PA: Penahanan Terdakwa Dugaan Kekerasan Seksual SPI Kota Batu Jadi Kemenangan Anak Indonesia

Ketua Umum Komnas PA: Penahanan JE terdakwa dugaan kekerasan seksual di SPI Kota Batu jadi kemenangan anak-anak Indonesia.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, mengaku sudah mendengar tentang penahanan JE, pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia atau SPI Kota Batu, yang merupakan terdakwa perkara dugaan kekerasan seksual, Senin (11/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, mengaku sudah mendengar tentang penahanan JE, pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia atau SPI Kota Batu, yang merupakan terdakwa perkara dugaan kekerasan seksual, Senin (11/7/2022) pukul 16.45 WIB.

Menurut Arist Merdeka Sirait, penahanan terdakwa JE di Lapas Klas I Malang merupakan kemenangan bagi anak-anak Indonesia.

Arist Merdeka Sirait menyebut, momen penahanan ini telah lama dinantikan oleh para korban.

“Saya kira ini hadiah untuk anak Indonesia dalam rangka Hari Anak Nasional. Akhirnya JE harus mempertanggungjawabkan perilakunya, sehingga tidak ada alasan untuk tidak menahan,” terang Arist Merdeka Sirait melalui sambungan telepon dengan Tribun Jatim Network, Senin (11/7/2022).

Tuntutan penahanan JE telah lama disuarakan oleh Komnas PA. Alasannya, agar JE yang sudah berstatus terdakwa tidak menghilangkan barang bukti, termasuk juga kekhawatiran melarikan diri jelang putusan.

Menurut Arist, JE harus ditahan karena ancamannya di atas lima tahun. Pada saat pemeriksaan di Polda Jatim, JE juga tidak ditahan, sekalipun statusnya sudah tersangka. Praperadilannya ditolak juga tidak diikuti dengan penahanan. Bahkan sampai 19 kali sidang juga tidak ditahan.

“Betapa sakit hatinya saya melihat terdakwa memasuki ruang sidang, tidak mengenakan baju tahanan dan tidak diantar oleh mobil tahanan seperti kasus-kasus yang lain, dengan dakwaan di atas lima tahun. Jadi penahanan ini memang buah perjuangan panjang dan hadiah bagi anak-anak Indonesia,” tegasnya.

Komnas PA menaruh prihatin terhadap JE yang mengaku sebagai pembela anak namun pada akhirnya justru melakukan kekerasan terhadap anak. Ia berharap, tidak ada kasus serupa di kemudian hari dengan modus yang sama.

“Saya kira perjuangan ini perlu mendapat dukungan agar kasus pelanggaran hak anak menjadi isu bersama. Jangan dibiarkan satu lembaga dibiarkan begitu saja, akan menjadi preseden juga buruk bagi aparat penegak hukum,” jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved