Berita Kota Batu

JE Ditahan, Anak-anak SPI Kota Batu Buat Petisi, Ditandatangani 200 Orang Lebih: Kami Baik-baik Saja

JE ditahan atas kasus dugaan kekerasan seksual, anak-anak SPI Kota Batu buat petisi yang ditandatangani lebih dari 200 orang: Kami baik-baik saja.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Para pelajar dan mahasiswa Sekolah Selamat Pagi Indonesia atau SPI Kota Batu membuat petisi, usai Julianto Eka Putra alias JE, yang merupakan pemilik Sekolah SPI Kota Batu ditahan. Mereka membubuhkan tanda tangan pada kain panjang untuk menunjukan bahwa SPI dalam kondisi baik-baik saja, Senin (11/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Para pelajar dan mahasiswa Sekolah Selamat Pagi Indonesia atau SPI Kota Batu membuat petisi, usai Julianto Eka Putra alias JE, yang merupakan pemilik Sekolah SPI Kota Batu ditahan.

Mereka membubuhkan tanda tangan pada kain panjang untuk menunjukan bahwa SPI dalam kondisi baik-baik saja.

Kain itu ditandatangani lebih dari 200 anak. Mereka berdiri membentangkan kain putih yang telah ditandatangani. Di bagian belakang, ada layar besar yang bertuliskan #savespi, #bebaskankojul, #spibaik-baiksaja, dan #kitabersamakojul.

Kepala SMA SPI Kota Batu, Risna Amalia Ulfa dalam pesan tertulis menyebutkan, gemuruh pemberitaan yang membahas salah satu founder SPI, cukup berdampak bagi kondisi psikis pelajar. Terlebih ketika mendengar adanya upaya penahanan kepada JE.

“Anak-anak khawatir bahwa keadaan tersebut akan banyak berpengaruh pada keberlangsungan mereka. Kami baik-baik saja, kami belajar banyak dari SPI, kami tahu betul bahwa pemberitaan di luar sana tidak benar,” ujar RDM, seorang mahasiswa STK Selamat Pagi sesuai keterangan yang disampaikan Risna, Senin (11/7/2022).

RDM bersama dengan puluhan alumni yang lain masih berada di SPI. Mereka mengaku merasa nyaman di tempat tersebut.

“Kami menemukan keluarga,” ungkapnya lagi.

Menurut Risna, RDM dan anak-anak yang lain berinisiatif membuat petisi tersebut. Ia berharap gejolak saat ini bisa berakhir sehingga anak-anak bisa belajar dengan tenang.

“Mereka lakukan atas inisiatif sendiri. Mereka berharap bahwa gejolak yang ada bisa segera dihentikan. Kami tahu betul yang pernah dan sedang terjadi di sini,” tegas Risna.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved