Berita Lamongan

Dua Jemaah Haji Asal Lamongan Meninggal Dunia, Dimakamkan di Makkah dan Madinah

Dua jemaah haji asal Lamongan Jawa Timur meninggal di Tanah Suci, dimakamkan di Makkah dan pemakaman Uhud Madinah.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Dwi Prastika
Kemenag Tuban
Ilustrasi - Dua jemaah haji asal Lamongan Jawa Timur meninggal di Tanah Suci, dimakamkan di Makkah dan pemakaman Uhud Madinah. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Makhulah binti Sumiin (55), asal Jalan Gotong Royong, Kecamatan Babat, Lamongan, meninggal dunia saat menjalankan ibada haji di Tanah Suci.

Jemaah haji perempuan tersebut dimakamkan di pemakaman Sharae, Makkah. 

"Yang meninggal ada 2 jemaah. Sebelumnya Ibu Bawuk binti Karso Samirun asal Desa Tunggul, Paciran, yang meninggal dunia saat di Madinah dan dimakamkan di pemakaman Uhud," ujar Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kantor Kemenag Lamongan, Banjir Sidomulyo kepada Tribun Jatim Network, Sabtu (16/7/2022).

Kemudian Makhula binti Sumiin, asal Babat, meninggal dunia di Makkah, dan sudah dimakamkan di Makkah.

Dengan meninggalnya 2 jemaah ini, berarti jumlah jemaah haji asal Kabupaten Lamongan yang akan kembali ke tanah air ada sebanyak 740 jemaah.

"Karena meninggal dua, maka yang pulang nanti berjumlah 740 jemaah," katanya.

Banjir Sidomulyo menjelaskan, pihak Kemenag Lamongan tengah menyiapkan skenario untuk menyambut kepulangan jemaah haji asal Lamongan yang dijadwalkan pada tanggal 18-19 Juli 2022 mendatang.

Menurutnya, kepulangan jemaah haji akan dibagi menjadi 2 kloter, yaitu kloter 4 dengan sebanyak 444 jemaah haji yang diperkirakan tiba di Bandara Juanda Sidoarjo, pada pukul 14.10 WIB.

Kemudian kloter 5, dengan jumlah 296 jemaah haji, ditambah gabungan jemaah haji asal Surabaya yang diperkirakan tiba di Bandara Juanda Sidoarjo pada pukul 10.05 WIB.

"Kloter 4 berjumlah 444 jemaah, dengan 4 petugas kloter, 1 petugas PHD, dan 1 petugas pembimbing dari unsur KBIHU. Lalu kloter 5, berjumlah 296 jemaah ditambah gabungan dari jemaah haji asal Surabaya, 4  petugas kloter dan 1 petugas PHD," ungkapnya.

Banjir Sidomulyo mengatakan, para jemaah haji yang tidak bergejala dan hasil PCR-nya negatif Covid-19 saat kembali ke Indonesia, maka tidak perlu melakukan karantina. Namun tetap harus melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Untuk karantina tidak ada, tapi kalau ada indikasi, ada gejala dan hasil PCR positif, maka akan dirujuk ke rumah sakit khusus Covid-19. Sedangkan kalau hasil PCR negatif, maka harus isolasi mandiri di rumah, dalam pantauan atau monitoring Dinkes Kabupaten selama 21 hari. 

"Ini sesuai hasil rapat gabungan PPIH Demarkasi Surabaya bersama KKP, Dinkes Jatim, Kepala Biro Kesra Provinsi Jatim, Kemenkumham dan Imigrasi," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Lamongan

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved