Berita Surabaya

Pengunjung Mall Wajib Sudah Divaksin Booster, Pemkot Surabaya Gelar Vaksinasi Covid-19 di Balai RW

Wali Kota Eri Cahyadi mewajibkan pengunjung mall di Surabaya sudah divaksin booster, pemkot gelar vaksinasi Covid-19 di Balai RW.

Tribun Jatim Network/Habibur Rohman
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Surabaya yang digelar Pemkot Surabaya, 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lurah dan camat se-Surabaya dilibatkan dalam percepatan vaksinasi Covid-19 di Surabaya. Diharapkan, kecepatan distribusi vaksin kepada warga, khususnya vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau vaksinasi booster bisa lebih optimal. 

Terkait dengan percepatan vaksinasi Covid-19, pemkot juga menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 443.2/12263/436.8.5/2022 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19. SE tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 440/3917/SJ tentang Percepatan Vaksinasi Dosis Lanjutan atau Booster bagi masyarakat.

Ditandatangani Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, SE ini berisi empat poin imbauan. Selain pejabat di lingkungan pemkot, SE ini juga ditujukan kepada pelaku usaha, pengelola, penanggung jawab tempat usaha/fasilitas publik/fasilitas umum hingga seluruh warga Kota Surabaya.

Di antara poinnya, setiap orang berusia di atas 18 tahun yang akan memasuki tempat usaha/fasilitas publik, dan fasilitas umum, wajib bermasker dan telah mendapatkan vaksin dosis booster. Termasuk mall, Ini dibuktikan dengan notifikasi hijau dalam aplikasi PeduliLindungi.

"Kecuali bagi yang tidak dapat divaksin karena alasan kesehatan. Namun, ini harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari rumah sakit/fasilitas kesehatan pemerintah," kata Mas Eri, sapaan Eri Cahyadi dalam SE-nya. 

Kemudian pada poin lainnya, Eri Cahyadi juga meminta adanya percepatan vaksinasi booster yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dengan dibantu perangkat daerah terkait.

"Serta, melibatkan Satgas Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo, Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), tokoh masyarakat, organisasi masyarakat dan sumber daya lainnya," terang Eri Cahyadi dalam poin ketiga SE tersebut.

Apabila tak diindahkan, SE ini juga menyiapkan sanksi, nantinya, pelanggar akan mendapat sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Terkait dengan percepatan vaksinasi, Eri Cahyadi meminta lurah dan camat untuk menerjunkan tim di setiap RT/RW. Nantinya, lokasi vaksinasi bisa ditempatkan di Balai RW.

"Teman-teman camat dan lurah saya minta untuk menyediakan tempat vaksinasi booster di balai RW atau puskesmas terdekat," kata mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Dengan demikian, alternatif akses warga Surabaya untuk mendapat vaksinasi booster bisa lebih banyak, Hingga akhir pekan lalu, ketersediaan vaksin booster yang disiapkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya ada 22.000 vial, dengan 5.000 ribu vial di antaranya telah disalurkan. 

"Ada sekitar 18 ribu vial yang saat ini tersedia. Pemerintah pusat akan kembali mengirimkan stok. Kita sediakan juga vaksin dosis 1 dan 2 juga, tapi kami lebih fokus ke boosternya," jelas Eri Cahyadi

Mas Eri menambahkan, detail warga yang belum maupun telah menerima vaksin dapat diketahui melalui aplikasi https://lawancovid-19.surabaya.go.id. Harapannya, pejabat di kelurahan bisa mengetahui warga yang telah mendapat vaksinasi booster

Bagi yang tidak bisa menjangkau lokasi vaksinasi, pemkot juga menyiapkan rencana jemput bola.

"Bagi yang belum, tim dari puskesmas nanti akan mendatangi warga, kemudian langsung divaksinasi," katanya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Surabaya

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved