Berita Lifestyle

Bukan Sekadar Busana Khas Batak, Torang Sitorus Pamer Koleksi Ulos di Magnificent Toba for The World

Melanjutkan perayaannya tentang kayanya budaya Indonesia, peragaan busana yang menampilkan koleksi indah Torang Sitorus pun baru-baru kembali diadakan

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Ndaru Wijayanto
ISTIMEWA
Torang Sitorus pamerkan 30 koleksi karya ulosnya di Magnificent Toba for The World. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Melanjutkan perayaannya tentang kayanya budaya Indonesia, peragaan busana yang menampilkan koleksi indah Torang Sitorus pun baru-baru kembali diadakan, tepatnya di The Apurva Kempinski Bali.

"Di hotel itu, ada acara yang bertajuk 'Magnificent Toba for the World' yang menampilkan 30 koleksi Ulos karya saya dan kebaya karya rekan-rekan saya juga, seperti Junot Hutabarat dan Nila Nasution," ujar Torang Sitorus. Selasa (19/7/22).

Torang Sitorus dikenal sebagai kolektor kain ulos terkemuka itu menjelaskan, saat ini sedikitnya ada 2.000 lembar ulos yang menjadi koleksinya.

Sebagai seorang keturunan Batak, Torang Sitorus mengakui, bahwa ia telah mendedikasikan dirinya untuk melestarikan kain tradisional, sekaligus membantu para pengrajin lokal di wilayah tersebut.

Bahkan, karya tersebut telah membawanya dinobatkan sebagai salah satu dari 75 ikon prestasi Pancasila pada tahun 2020. Perancang busana yang sangat terkenal ini juga telah menerbitkan bukunya tentang Ulos, berjudul 'Identity in a Piece of Cloth the Batak Ulos', di mana ia mencatat 20 tahun perjalanannya tentang keunikan dan cerita dari kain tradisional ini.

Baca juga: Tenun Ulos Taput Tembus Pasar Dunia, Ketua DPD RI Sarankan Pelaku UMKM Tingkatkan Standar

Kembali ke topik Magnificent Toba for The World, yang tak lain adalah fashion show yang diadakan sebagai bagian dari kampanye Unity in Diversity atau 'Bhinneka Tunggal Ika', sebuah program yang mengangkat budaya dan warisan dari 7 pulau besar di Indonesia ini menurut Torang Sitorus, sepanjang tahun, identitas budaya seperti praktisi holistik, keragaman kuliner, permainan tradisional serta keahlian tangan dari setiap daerah memang sudah seharusnya dikemas dalam rangkaian pengalaman tamu.

"Untuk lebih mendukung program tersebut lah, saya juga ambil bagian dengan menciptakan balutan yang dipakai secara eksklusif oleh Lady in Red The Apurva Kempinski Bali," sambung dia.

Lady in Red sendiri, lebih lanjut Torang Sitorus mengatakan, merupakan ambassador dari Kempinski Hotels, yang ada di setiap hotel Kempinski di berbagai belahan dunia.

“Pada intinya, kehidupan kita sebagai orang Batak sangat erat kaitannya dengan ulos. Mulai dari kelahiran, pernikahan hingga kematian, ulos adalah bagian besar dari hidup kami. Ini benar-benar menarik bagi saya dan saya senang berbagi momen spesial ini dengan The Apurva Kempinski Bali," jelasnya.

Sementara itu, Vincent Guironnet selaku General Manager The Apurva Kempinski Bali dalam siaran pers The Apurva Kempinski Bali mengatakan, Indonesia adalah negara yang sangat kaya, dan melalui gerakan Unity in Diversity, pihaknya mencoba menceritakan kisah-kisah dari berbagai bagian bangsa bersama Torang Sitorus, khususnya melalui Magnificent Toba for The World.

“Torang Sitorus memiliki visi yang sama dalam memperkenalkan kekayaan negara kepada dunia, dan kami berharap kerjasama ini dapat menginspirasi orang-orang di sekitar kita untuk terus melestarikan keindahan kerajinan Indonesia," kata Vincent.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved