Berita Blitar

Tergiur Bunga Tinggi Koperasi, Mantan Guru di Blitar Nekat 'Sekolahkan' SK Pensiun, Kini Merana

Berharap bisa menikmati pensiun, belasan guru dan profesi lainnya di Kabupaten Blitar malah diduga jadi korban dugaan penipuan koperasi.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/IMAM TAUFIQ
Para pensiunan yang mengaku jadi korban koperasi ketika mengadu ke gedung DPRD Kabupaten Blitar. Bahkan ada seorang mantan guru nekat 'sekolahkan' SK Pendiun akibat tergiur bunga tinggi koperasi 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Taufiq

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Inginnya di saat sudah pensiun dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), belasan guru dan profesi lainnya di Kabupaten Blitar ini bisa menikmati hari tuanya dengan punya penghasilan lainnya.

Namun, tidak disangkanya, alih-alih untung, mereka malah mengaku jadi korban dugaan penipuan koperasi sehingga harus riwa-riwi mengurusnya. Seperti pada Selasa (19/07/2022), mereka mendatangi Komisi II DPRD Kabupaten Blitar.

Sebanyak 10 orang yang mengaku perwakilan dari 322 korban mengadukan koperasi yang beralamatkan di Desa Plumbangan, Kecamatan Doko karena tidak menempatinya janjinya. 

"Kedatangan kami ke sini ini setelah kami melapor ke mana lagi namun tak ada tindaklanjutnya. Termasuk, kami juga pernah melapor ke penegak hukum (tahun 2018) namun sampai kini juga tak ada kabarnya," ujarya sambil menunjukkan lembar kertas yang tak lain bukti laporannya ke Polres Blitar.

Mujiono menuturkan, semua korbannya, semua menaruh uangnya di koperasi itu. Seperti dirinya sendiri menaruh Rp 70 juta pada 2018 lalu. Menurut warga Kelurahan Klimunan, Kecamatan Wlingi, saat itu dirinya menjelang akan pensiun dari PNS guru SD.

Baca juga: Tergiur Keuntungan, Warga di Mojokerto Jual Minuman Beralkohol Dicampur Kopi Lewat Media Sosial

Ia mengaku tertarik karena teman-temannya yang sudah pensiun, sudah lebih dulu menabung di koperasi milik perorangan itu. Alasannya, karena bunganya besar atau tiap bulan para nasabah akan menerima bunga 2 persen.

Maka, ia mengaku nekat meski harus meminjam uang di bank karena dijanjikan akan dapat bunga Rp 1,4 juta per bulan dari simpanannya Rp 70 juta itu.

Akhirnya, uang Taspen-nya (tabungan pensiun) Rp 49 juta dan uang dari 'menyekolahkan' SK pensiunnya Rp 21 juta, dijadikan deposito di koperasi itu. 

"Nggak tahunya (kepingin untung) malah jadi begini (buntung). Sudah tak dapat bunga, yang dijanjikan per bulan itu, uang deposito kami (Rp 70 juta) juga tak bisa diambil," ujar kakek ini. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved