MotoGP

Ogah Menyerah, Yamaha Bersabar Tunggu Kebangkitan Murid Valentino Rossi: Kami Tahu Kemampuannya

Yamaha masih belum menyerah untuk mengeluarkan potensi yang dimiliki oleh Franco Morbidelli.

Editor: Taufiqur Rohman
TWITTER.COM/SEPANGRACING
Pembalap Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli, bersama kepala krunya, Ramon Forcada. 

TRIBUNJATIM.COM - Yamaha masih optimis dengan performa Franco Morbidelli di MotoGP.

Oleh karena itu, Yamaha belum menyerah untuk mendampingi Franco Morbidelli mencapai performa puncaknya.

Pabrikan asal Jepang itu memilih bersabar menunggu kebangkitan murid Valentino Rossi itu.

Hingga paruh musim, rekan setim Fabio Quartararo itu hanya mengkoleksi 25 poin dari 11 balapan.

Sebagai pembalap yang menjadi runner up MotoGP 2020, catatan tersebut sangatlah buruk.

Baca juga: Bursa Transfer MotoGP: Alex Rins Resmi Menyebrang ke LCR Honda Musim Depan

Pembalap, Monster Energy Yamaha, Franco Morbidelli saat akan mengikuti balapan MotoGP Qatar 2022.
Pembalap, Monster Energy Yamaha, Franco Morbidelli saat akan mengikuti balapan MotoGP Qatar 2022. (Twitter.com/YamahaMotoGP)

Di MotoGP 2020, Franco Morbidelli mampu meraih 3 kemenangan dan mampu bersaing dengan Joan Mir (Suzuki) yang keluar sebagai juara dunia saat itu.

Sayangnya kesuksesan itu tak berlanjut di MotoGP 2021.

Performa pembalap yang akrab disapa Frankie itu menurun drastis dengan hanya menorehkan 1 kali podium.

Franco Morbidelli sendiri masih terikat kontrak dengan Yamaha hingga tahun 2023.

Yamaha lewat Massimo Meregalli selaku Manajer menyebut jika timnya akan terus menghormati kontrak tersebut dan berharap bisa mengembalikan performanya.

“Saat ini Fabio adalah satu-satunya pebalap yang bisa memanfaatkan kekuatan Yamaha, tapi kami bekerja keras untuk kembali ke Franco pada 2020," tutur Meregalli dikutip Sportfeat dari Motorsport Jepang.

"Kami tahu kemampuannya dan kami tidak akan menyerah sampai kami mencapai tujuan kami. Yamaha yakin dengan kecepatan dan performa Franco."

“Dan untuk saat ini, kami sedang mencari solusi yang akan membuat M1 terasa lebih nyaman, solusi yang bisa cepat dan konsisten, dan hasil balapan belum tentu mencerminkan peningkatan yang dia tunjukkan baru-baru ini."

Meski kini telah jauh lebih baik, salah satu kelemahan pembalap asal Italia itu di MotoGP 2022 adalah saat menjalani sesi kualifikasi di awal-awal musim.

Halaman
12
Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved