Breaking News:

Berita Trenggalek

Hilangkan Penat di Rumah, Warga Trenggalek Iseng Posting Kreasi Sepatu Rajut, Kini Banyak Diminati

Sepatu rajut bikinan Triana Ratnaningsih merupakan 100 persen buatan tangan. Ia cekatan memainkan jari-jari di antara benang polyester untuk menciptak

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/AFLAHUL ABIDIN
Triana Ningaih saat membuat sepatu rajut buatan tangan, Senin (25/7/2022). 
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Sepatu rajut bikinan Triana Ratnaningsih merupakan 100 persen buatan tangan.
Ia cekatan memainkan jari-jari di antara benang polyester untuk menciptakan sepasang sepatu.
Awalnya, sepatu-sepatu itu dibikin untuk koleksi pribadi.
Sebagaimana banyak perempuan, ia gemar membeli dan mengoleksi berbagai jenis alas kaki.
Seiring berjalannya waktu, sepatu-sepatu unik itu ternyata digemari oleh banyak orang.
"Awalnya bikin mau dipakai sendiri. Pas jadi, saya posting (di media sosial), banyak yang suka. Akhirnya banyak yang pesan juga," kata Triana, saat ditemui di rumahnya di Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Senin (25/7/2022).
Triana mulai merajut sepatu sejak pertengahan 2020. Tepat saat awal pandemi Covid-19.
Ia yang biasa mobile ke sana ke mari menjadi jarang keluar akibat berbagai pembatasan.
Hal itu membuat Triana memutar otak agar dapat beraktivitas. Supaya ia tak penat setiap hari berkutat di dalam rumah.
"Pertama dapat ide dari media sosial. Saat itu ada unggahan rajut-merajut. Saya lalu berpikir, merajut apa yang tidak mainstream, akhirnya bikin sepatu," kisahnya.
Menariknya, Triana belum punya keahlian khusus soal rajut-merajut ketika pertama bergelut dengan usaha itu.
"Ilmu merajut dasar dapatnya dulu waktu masih SMP," ujarnya.
Meski sudah bertahun-tahun, ia nyatanya tak kesulitan untuk kembali memulainya.
Teknik-teknik lanjutan soal rajut Triana dapat dari belajar via YouTube dan kursus online.
Tak butuh waktu lama bagi dia untuk mulai berkreasi.
"Sepatu pertama yang saya buat itu selesai dalam beberapa waktu saja," sambungnya.
Triana juga tak memakai desain-desain rumit, yang biasanya dipakai untuk patokan saat hendak membuat sepatu.
Ia biasa merajut dengan cara mengalir saja. Model desain yang ada di angan-angan di kepala, langsung ia implementasikan lewat jari-jari.
"Trial and error. Kalau di tengah jalan hasilnya tidak sesuai, langsung saya bongkar lagi," ceritanya.
Meski demikian, ia mengaku kesalahan dalam membuat sepatu rajut hanya jarang-jarang terjadi.
Buktinya, ia bisa menyelesaikan satu pasang sepatu rajut dalam waktu kurang dari 24 jam.
"Itu paling cepat. Rata-rata 3-4 hari. Kalau ada pesanan, saya biasanya minta waktu seminggu agar hasilnya bisa maksimal," ujar dia.
Triana bercerita, pembuatan sepatu rajut tak jauh berbeda dengan barang-barang lain, seperti dompet, jaket, atau sejenisnya.
Bagian yang tersulit hanya saat awal proses perajutan. Yakni ketika mengaitkan benang rajutan ke sol sepatu.
"Karena bagian sol agak keras. Butuh tenaga ekstra," terangnya.
Bagi dia, sepatu rajut punya beberapa keunggulan dibanding sepatu buatan pabrik.
Salah satunya, sepatu itu dianggap ekslusif. Hanya satu pasang untuk satu model. Tentu saja ini karena sepatu itu dibuat sepenuhnya dari kerja tangan, bukan mesin.
"Bahannya sama, tapi kalau yang bikin beda, hasilnya juga akan beda. Tapi pembeli saya bisa request, pinginnya yang seperti apa," tutur dia.
Triana menjual produknya di kisaran harga antara Rp 175 ribu hingga Rp 350 ribu per pasang. 
Pembelinya kebanyakan adalah kenalan dan pelanggan yang tahu produknya dari media sosial.
"Pernah kirim ke Papua, Surabaya, Sidoarjo, Jakarta, macam-macam," sambungnya.
Bukan hanya sepatu, ia juga menerima pesanan sandal rajut.
Sebagian besar pembelinya adalah perempuan yang memesan sepatu untuk dipakai saat bersantai.
Maka tak heran, mayoritas sepatu yang ia buat bermodel trendi dengan kelir warna-warni.
"Tapi sekarang mulai banyak juga yang pesan untuk bekerja. Minta yang warna hitam. Juga bukan cuma perempuan, laki-laki juga banyak yang mulai pesan," sambungnya. 
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved