Berita Madura

Anak Kiai di Madura Diduga Cabuli Gadis Cilik, Pelaku Gunakan Uang Rp 50 Ribu untuk Modus

Seorang pria diduga anak kiai di Madura mencabuli seorang gadis cilik. Bagaimana modusnya?

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Januar
(Kompas.com/ Ericssen)
Ilustrasi kasus pencabulan di Madura. Pelaku diduga anak kiai tersohor 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Pelaku berinisial ZT (46) yang tega cabuli dan setubuhi anak usia 11 tahun di Desa Jambu, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep pada Minggu (24/7/2022) itu ternyata anak salah satu kiai terpandang dan tersohor.

Bunga (nama samaran) yang masih di bawah umur itu dirudapaksa oleh ZT dengan iming - imingi uang Rp 50 ribu - 1 juta di rumah asalnya, tepatnya di Desa Jambu, Kecamatan Lenteng Sumenep.

"Yang bersangkutan memang anak salah satu kai tersohor di Deaa Jambu, Kecamatan Lenteng Sumenep," kata Kepala Desa Jambu, Benny Wahyudi pada Selasa (26/7/2022).

Namun ZT lanjutnya, sudah pindah domisili ke salah satu desa di wilayah Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep Madura.

"Dan infonya disana juga mempunyai pondok pesantren yang lumayan besar, tapi warga tidak menyangka antara percaya dan tak atas kasus itu," katanya.

Terpisah, Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti Sutioningtyas mengungkapkan profesi ZT yang tega lamiaskan nafsu libdonya pada Bunga (11) berpofesi sebagai pengusah.

Baca juga: Beri Uang Rp 50 Ribu ke Gadis Cilik, Pria Madura Ternyata Punya Niat Jahat, Baju Sobek Buktinya

"Jadi wiraswasta, jadi (ZT) itu pedagang," kata AKP Widiarti Sutioningtyas.

Dari kejadian tersebut lanjutnya, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa baju milik korban motif kotak-kotak berwarna putih kombinasi merah, kuning, biru dan baju sobek bagian depan, Kerudung warna putih, Celana dalam warna biru,

Selain itu, dua buah cincin warna ungu dan kuning, satu lembar uang pecahan Rp 50.000,-, Lima bungkus obat kuat yang digunakan sebelum melakukan persetubuhan dan satu unit mobil Suzuki Ertiga warna putih Nopol M-1545-TA.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku di jerat Pasal 81 ayat 1, 2, dan/atau Pasal 82 ayat 1 jo pasal 76 huruf e UU RI No 17 Tahun 2016 atas perubahan UU No.35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda 5 Miliar.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved