Berita Madura

Kasus Penyelundupan Pupuk Bersubsidi, Kejari Sampang Upayakan Segera Rampung, Khawatir BB Rusak

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang Imang Job Marsudi upayakan kasus penyelundupan 17 ton pupuk bersubsidi segera rampung, Selasa (26/7/2022).

Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/HANGGARA PRATAMA
Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Imang Job Marsudi bicara soal kasus penyelundupan pupuk bersubsidi 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang Imang Job Marsudi upayakan kasus penyelundupan 17 ton pupuk bersubsidi segera rampung, Selasa (26/7/2022).

Sebab, jika berlarut-larut dikhawatirkan akan merusak kondisi Barang Bukti (BB) berupa pupuk bersubsidi yang saat ini berada di halaman belakang Kantor Kejari Sampang.

Menurutnya, pupuk tersebut memiliki zat kimia sehingga bisa sewaktu-waktu mengeras atau unsur kimianya menguap.

"Sehingga nantinya tidak bisa digunakan menjadi pupuk sebagaimana mestinya," ujarnya.

Sementara, kata Imang Job Marsudi pupuk memiliki nilai ekonomis sehingga jika semakin lama dibiarkan pasti nilainya semakin berkurang.

Baca juga: Kasus Penyelundupan Pupuk Bersubsidi di Sampang Kini Seret 2 Nama Baru Jadi Tersangka

Dengan begitu, kasus ini diupayakan rampung lebih cepat karena lebih bagus agar BB segera dilakukan pelelangan.

"Kalau misalkan tuntutan kami dikabulkan, tentunya nantu segera dilakukan upaya pelelangannya dan hasilnya dimasukkan ke negara," tuturnya.

Disisi lain, sejauh ini dua tersangka yang berprofesi sebagai penanggung jawab kios rampung dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Sampang sehingga dalam waktu dekat menjalani sidang dakwaan.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved