Berita Surabaya

DPRD Dukung Kampung Ramah Anak di Surabaya, Laila Mufidah: Jaga Tradisi dan Potensi Anak di Tiap RT

DPRD mendukung terciptanya Kampung Ramah Anak di Surabaya, Laila Mufidah: Jaga tradisi ramah dan potensi anak di setiap RT.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Pemkot Surabaya
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah mendukung terciptanya Kampung Ramah Anak di seluruh Kota Surabaya, Rabu (27/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah mendukung terciptanya Kampung Ramah Anak di seluruh Kota Surabaya.

Dia mengatakan, setiap RT harus membangun tradisi ramah anak dengan menempatkan anak pada posisi dan perannya. Kampung yang menghargai setiap anak untuk makin mengembangkan potensi mereka.

Warga kampung yang dikoordinasi oleh RT dan RW setempat, harus mencegah agar tidak satupun anak menjadi korban kekerasan dari siapapun.

"Momentum Hari Anak Nasional (HAN) ini menjadi semangat kita semua untuk membangun Kampung Ramah Anak. Harus dijaga tradisi menghargai anak sebagai aset masa depan," kata Laila Mufidah saat menghadiri puncak HAN di Balai Pemuda Surabaya, Rabu (27/7/2022).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi hadir bersama Forkopimda dalam puncak acara HAN tersebut. Hadir pula tamu dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kampus, dan perbankan.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah mendukung terciptanya Kampung Ramah Anak di seluruh Kota Surabaya, Rabu (27/7/2022).
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah mendukung terciptanya Kampung Ramah Anak di seluruh Kota Surabaya, Rabu (27/7/2022). (Istimewa/TribunJatim.com/Pemkot Surabaya)

Laila Mufidah memberi apresiasi kepada anak-anak Surabaya yang tampil menunjukkan kreativitas dan potensi mereka sebagai aset masa depan. Dia hadir bersama Forkopimda lainnya menyaksikan arek-arek Suroboyo berkreasi. Tidak hanya dalam kemampuan kreativitas seni dengan penampilan menyanyi, memainkan gamelan, hingga orkestra. Tapi juga semua event HAN itu dipandu oleh arek-arek Suroboyo.

"Mari kita memulai tradisi ramah anak itu dari keluarga. Orang tua harus menciptakan iklim dan tradisi untuk mengembangkan potensi anak. Tidak melakukan kekerasan terhadap anak sekecil apapun," kata Laila Mufidah.

Jika setiap keluarga sudah mengawalinya, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meyakini Kampung Ramah Anak bisa diwujudkan. Kemudian bekembang satu RT untuk menciptakan tradisi ramah anak tersebut.

Warga di satu RT harus bergerak bersama menciptakan Kampung Ramah Anak. Dalam hal ini, kepekaan dan kepedulian warga kampung sangat dibutuhkan. Karena merekalah yang paling dekat dan melihat kondisi anak-anak di sekitar lingkungan mereka.

"Yang paling rentan saat ini adalah dampak ponsel. Jika ada warkop di kampung dengan fasilitas wifi dengan anak-anak di situ, sebaiknya warga menegurnya. Karena anak akan rentan dengan dampak dari penggunaan ponsel yang berlebihan. Kampung harus peduli dengan yang seperti ini," kata Laila Mufidah

RT Ramah Anak

Ketua Perempuan Bangsa Surabaya ini mendukung upaya serius Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang akan mengembangkan RT ramah anak. Dengan mengajak semua warga berkolaborasi, setiap RT harus bergandengan tangan dengan semua pihak.

Bersama pihak perguruan tinggi, masyarakat pegiat anak, hingga psikolog, seharusnya bisa menangkap potensi anak-anak di setiap RT. Balai RW akan diberdayakan sebagai lembaga pendidikan dan pengembangan diri masyarakat bersama anak-anak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved