Berita Trenggalek

Ketua Dekranasda Trenggalek Kenalkan Potensi UMKM dalam Forum Global

Ketua Dewan Kerajinan Daerah Nasional (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek mengenalkan produk-produk usaha mikro kecil menengah atau UMKM asal Trenggalek

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
pemkab Trenggalek
Ketua Dekranasda Trenggalek Novita Hardini saat mengikuti forum antar negara Women Entrepreneurs in Asia (WEA) 2022, Rabu (13/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIMCOM, TRENGGALEK - Ketua Dewan Kerajinan Daerah Nasional (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek mengenalkan produk-produk usaha mikro kecil menengah atau UMKM asal Trenggalek dalam forum global.

Hal itu ia lakukan saat menjadi pembicara dalam forum antar negara Women Entrepreneurs in Asia (WEA) 2022, Rabu (13/7/2022).

"Ini adalah conference antar negara. Trenggalek dengan Australia, Malaysia, Srilanka dan ada beberapa negara lainnya yang terlibat terkait potensi pemberdayaan perempuan yang bisa dikolaborasikan," kata Novita, yang mengikuti konferensi itu secara daring.

Dalam forum itu, Novita menyampaikan potensi-potensi UMKM asal Trenggalek, utamanya UMKM yang digeluti oleh para perempuan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkab Trenggalek tengah gentol mendorong para perempuan untuk berwirausaha.

Hal itu diwujudkan salah satunya lewat program 5 ribu wirausahawan baru per tahun yang digagas sejak 2021.

Baca juga: Jaga Lingkungan di Tingkat Terbawa, Trenggalek Andalkan Program Adipura Desa 

Selain mengenalkan, Novita juga tak segan meminta tolong kepada pihak yang hadir dalam forum untuk membantu produk asal Trenggalek agar lebih dikenal luas.

Harapannya, hal itu bisa membuka jalan untuk pasar baru UMKM asal Trenggalek yang semakin luas.

"Saya juga sampaikan untuk meminta bantuan kepada mereka yang ada di dalam forum untuk bisa membantu Trenggalek, menjadi penghubung bagi Trenggalek untuk bisa meningkatkan produktifitas. Dalam hal ini tentunya produk UMKM perempuan di Trenggalek," sambungnya.

Beberapa produk UMKM Trenggalek yang dikenalkan dalam forum itu meliputi produk kerajinan, batik khas Trenggalek, dan hasil pangan olahan.

Meski begitu, Novita mengakui tak mudah untuk mengenalkan produk-produk itu ke pasar global.

"Kami tentu masih sangat membutuhkan bantuan dari luar, entah lembaga swadaya masyarakat, foundation, atau apapun itu. Kita harapkan mereka bisa membantu kami menjadi profesional dan tentunya bisa siap memasuki pasar global," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved