Berita Surabaya

Sebut Aset Dolly Surabaya Harus Zonk Mangkrak, Reni Astuti Desak Redesain Wisma

Sebut aset Dolly Surabaya harus zonk mangkrak agar warga sejahtera, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti desak redesain aset dan wisma.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Nuraini Faiq
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti saat mengunjungi salah satu tempat kegiatan di kawasan eks lokalisasi Dolly, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Sabtu (30/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ada tantangan bersama pascapenutupan lokalisasi Dolly di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, sejak tahun 2014 lalu.

Tantangan itu terutama bagaimana agar ekonomi warga eks lokalisasi Dolly bergerak secara berkelanjutan untuk menghidupi keluarga mereka. 

"Tugas kita semua agar warga di Dolly makin berdaya. Salah satunya, mari kita sama-sama wujudkan aset di Dolly zonk mangkrak. Semua aset bisa dimanfaatkan untuk kemajuan Dolly dan masyarakatnya," kata Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti, Minggu (31/7/2022).

Eks lokalisasi Dolly menjadi perhatian politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Pada Sabtu (30/7/2022) lalu, Reni Astuti mengunjungi wilayah Dolly. Sempat muncul informasi aktivitas prostitusi di Dolly buka lagi secara terselubung. 

Pimpinan DPRD ini tidak menghendaki prostitusi di Dolly yang sudah ditutup delapan tahun lalu hidup lagi. Dia yakin, dengan peran aktif Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama pihak kecamatan dan kelurahan, dibantu seluruh warga, maka aspek sosial dan kehidupan anak di kawasan itu bisa diselamatkan. 

Reni Astuti tiba di Dolly disambut Lurah Putat Jaya, Bryan Ibnu Maskuwaih. Ditemani LPMK setempat, Reni Astuti meninjau aktivitas warga di eks lokalisasi yang konon terbesar di Asia Tenggara tersebut. 

Wakil Ketua DPRD ini melihat semangat warga di Kelurahan Putat Jaya menjalani kehidupan baru setelah Dolly ditutup. Mereka membuka usaha rumahan dan membuat produk UMKM

Ada yang membuka warung kopi (warkop), warung nasi, pracangan, bengkel, cuci motor, laundry, jual pulsa, produk olahan, hingga usaha memproduksi sepatu dan sandal pesanan hotel. Ada juga produk tempe dan batik yang cukup terkenal. 

Warga Dolly terus bekerja keras agar ekonomi keluarga bisa bergerak berkelanjutan. Di antara warga juga ada yang bergabung di Koperasi Usaha Bersama (KUB) yang saat ini sukses memproduksi sandal hotel. 

Koperasi ini menempati eks wisma paling terkenal di Dolly, yakni eks Wisma Barbara.

"Di sinilah perlunya pemanfaatan aset untuk menggerakkan ekonomi warga. Namun partisipasi warga Dolly juga harus terus ditumbuhkan ," kata Reni Astuti

Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini menekankan perlunya memfasilitasi warga utuk menggerakkan ekonomi, dengan pemanfaatan aset. Aset itu sebagai penggeraknya. Reni menyebut, ada 17 aset dari total 30 aset di Dolly yang sudah termanfaatkan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved