Berita Kabupaten Mojokerto

Bupati Ikfina Fahmawati Ajak Masyarakat Mojokerto Sukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional

Bupati Ikfina Fahmawati mengajak masyarakat Mojokerto untuk mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional: Sangat penting sekali.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Mohammad Romadoni
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat kegiatan Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di UPT Puskesmas Gondang Mojokerto, Senin (1/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Buka Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di halaman Kantor UPT Puskesmas Gondang Mojokerto, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati ajak seluruh masyarakat, terutama para orang tua untuk mensukseskan program Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kabupaten Mojokerto, Senin (1/8/2022).

Hal ini disampaikan Ikfina Fahmawati bersama Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Al Barra.

Kegiatan bulan Imunisasi ini bertujuan untuk memberikan imunisasi tambahan Campak Rubella yang dilengkapi dosis Imunisasi Polio dan Dipteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, Haemophilus Influenzae Tipe B (DPT-HB-Hib).

Program BIAN Tahap II akan berlangsung mulai 1 Agustus 2022 di seluruh Provinsi Jawa dan Bali dengan sasaran kurang lebih sebanyak 62.771 anak. 

Sasarannya adalah anak usia 9 bulan hingga 59 bulan, dan anak usia 12 bulan yang diperuntukkan guna melengkapi dosis imunisasi Polio, dan DPT-HB-Hib yang terlewat.

Ikfina Fahmawati menjelaskan, capaian imunisasi dasar lengkap di Kabupaten Mojokerto tahun 2021 telah mencapai 102 persen dari minimal capaian 95 persen. Sesuai data tersebut, diketahui ada tujuh UPTD puskesmas tidak mencapai target imunisasi dasar lengkap, pada 2021.

"Sementara 20 lainnya sudah tercapai, untuk itu Dinas Kesehatan, tujuh pukesmas yang kemarin belum tercapai pelaksanaan tahun 2022 tolong mendapat pemantauan khusus," tegasnya, Senin (1/8/2022).

Menurut dia, program BIAN dan vaksinasi lengkap ini berguna untuk melindungi anak dari serangan penyakit infeksi berulang. Seperti melindungi anak-anak terhindar dari penyakit campak, rubella, polio, dipteri, pertusis dan hepatitis. 

"Kita khawatir kasus-kasus yang selama ini sudah kita atasi lantaran keberhasilan dari imunisasi maupun vaksinasi dapat muncul kembali, karena vaksinansi maupun imunisasi yang tidak berjalan secara 100 persen," jelasnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved