Berita Tuban

Petani di Tuban Resah Mesin Diesel Pompa Air Sering Hilang, Ternyata Ulah Tiga Orang Ini

Para petani di wilayah Kabupaten Tuban yang resah akan seringnya mesin diesel pompa air yang hilang, kini bisa sedikit lega. 

Penulis: M Sudarsono | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Mochamad Sudarsono
Kapolres Tuban, AKBP Rahman Wijaya saat memimpin ungkap kasus pencurian mesin diesel pompa air milik petani, Selasa (2/8/2022) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Para petani di wilayah Kabupaten Tuban yang resah akan seringnya mesin diesel pompa air yang hilang, kini bisa sedikit lega. 

Pasalnya komplotan pencuri diesel meresahkan tersebut, telah dibekuk jajaran Satreskrim Polres Tuban

Pelaku sejumlah tiga orang itu telah mengacak-acak lingkungan persawahan di lima desa yang berada di Kecamatan Jatirogo. 

"Tiga pelaku sudah kita bekuk atas adanya laporan dari masyarakat," kata Kapolres Tuban, AKBP Rahman Wijaya saat ungkap kasus, Selasa (2/8/2022). 

Perwira menengah itu menjelaskan, pelaku yaitu Oqibul Na’im (23) dan Hartono (31) asal Desa Sidorejo, Kecamatan Kenduruan, serta Slamet (42) Desa Jamprong, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban

Adapun untuk modusnya yaitu pelaku secara bersama-sama mencari area persawahan yang ada diesel airnya dengan situasi sepi, atau tidak dijaga oleh pemiliknya. 

Baca juga: Masuk Lewat Pintu Belakang, Pria 50 Tahun di Jember Nekat Curi Mesin Diesel, Dipikul Sendiri

Kemudian para pelaku mendatangi gubuk penyimpanan diesel air tersebut dan memutus tali kipasnya dengan golok, berikutnya membuka baut mur yang mengaitkan diesel dengan alas tatakan. 

"Setelah baut mur terlepas diesel lalu diangkat dengan cara dipikul menggunakan pikulan yang terbuat dari bambu. Pelaku ada yang residivis," ungkapnya didampingi Kasat Reskrim, AKP M Gananta. 

Mantan Kapolres Sumenep itu menambahkan, atas tindakan pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti. 

Di antaranya, perangkat mesin diesel, satu unit mobil pickup yang digunakan untuk mengangkut barang hasil curian, lalu sepeda motor yang digunakan mencari target. 

Barang hasil curian dijual oleh para pelaku ke daerah lain, mereka berdalih melakukan pencurian untuk kebutuhan ekonomi. 

"Pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 KUHP pencurian dengan pemberatan ancaman pidana maksimal tujuh tahun," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved