Berita Surabaya

Tak Kapok Pernah Dipenjara 5 Tahun, Pria Surabaya Ulangi Perbuatannya, Isi Saku Celana Jadi Sebab

Pernah mendekam lima tahun lamanya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) ternyata tak membuat Agus Effedi kapok menjadi bandar sabu.  Pemuda pengangguran

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/LUHUR PAMBUDI
Agus Effendi saat diinterogasi Kanit Reskrim Polsek Gayungan Polrestabes Surabaya Iptu Hedjen Oktianto di Mapolsek Gayungan 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pernah mendekam lima tahun lamanya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) ternyata tak membuat Agus Effedi kapok menjadi bandar sabu. 

Pemuda pengangguran itu, masih saja melanjutkan bisnis haramnya yang jelas-jelas pernah mengantarkannya masuk penjara.

Akibatnya, kini pria asal Jambangan, Surabaya itu, terpaksa mendekam kembali di balik jeruji tahanan.

Ia ditangkap Anggota Tim Antibandit Polsek Gayungan Polrestabes Surabaya karena menyimpan sabu yang siap diantar ke pelanggan. 

Kanit Reskrim Polsek Gayungan Polrestabes Surabaya Iptu Hedjen Oktianto mengatakan, tersangka juga kerap melakukan transaksi sabu dan membantu memindahkan paket sabu yang diperintah oleh bandar yang lebih tinggi dari dirinya. 

Setelah dilakukan penyelidikan dan pengintaian. tersangka yang saat itu hendak mengirim pesanan sabu menggunakan sistem 'ranjau' akhirnya dibekuk oleh anggota kepolisian di kawasan Jalan Dukuh Menanggal Jumat (22/7/2022) malam. 

Baca juga: Periksa Sopir Truk Sampah, Sekuriti Pabrik di Surabaya Dibuat Geleng-geleng dengan Benda di Karung

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan tiga poket sabu, masing-masing berat 0,40 gram, 0,44 gram, dan 0,33 gram.

"Barang bukti disimpan di saku celana depan sebelah kanan. Kami juga sita HP dan timbangan digital," kata Iptu Hedjen, Jumat (5/8/2022). 

Saat diinterogasi, Hedjen mengungkapkan, tersangka mengakui bahwa pasokan sabu yang dibelinya selama ini diperoleh dari bandar berinisial B. 

Dari sosok B yang kini masih dalam pengejaran karena berstatus DPO. Tersangka membelinya seharga Rp500 ribu.

"Awal pengakuannya dipakai sendiri, namun tersangka juga mengedarkan," pungkasnya.

Sementara itu, tersangka Agus Effendi mengaku sebelum tertangkap, dirinya sempat berhasil menjual dan memindahkan paket sabu yang diranjau bandar sebanyak lima kali. 

Baca juga: Bukannya Terima Kasih, Pemuda Pasuruan Malah Berbuat Dosa seusai Diberi Pekerjaan, Berujung Bui

Setiap berhasil memindahkan satu paket sabu, tersangka mendapatkan upah Rp100 ribu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved