Berita Mojokerto

Ingat Kasus Temuan Uang Pecahan Baru Rp 3,8 M di Tol Mojokerto? Polisi: Tindak Pidana Tak Terbukti

Masih ingat kasus temuan uang pecahan baru senilai Rp 3,8 miliar di Mojokerto? Ini update terbarunya.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/ M Romadoni
Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Rizki Santoso, dan barang bukti tumpukan uang baru senilai Rp.3,7 miliar diduga ilegal diamankan Polisi Polresta Mojokerto di exit Tol Mojokerto Barat, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, M Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto akhirnya menghentikan kasus temuan uang pecahan baru senilai Rp 3,8 miliar.

Sebelumnya, Polisi mengamankan uang pecahan baru berjumlah fantastis tersebut dari dua kendaraan Grandmax dan Pajero di gerbang Exit Tol Mojokerto Barat (Mobar), Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, pada Jumat (8/4/2022) sekitar pukul 01.00 WIB lalu.

Kasat reskrim Polresta Mojokerto, AKP Rizki Santoso mengatakan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) diterbitkan pada Juli 2022 kemarin.

Sehingga, barang bukti berupa uang pecahan baru dalam nominal Rp 1000, Rp 2000, Rp 5000, Rp 10000 dan Rp 20000 dan mobil diserahkan ke pemilik yaitu JE (29) warga Kabupaten Sidoarjo.

"Perkara temuan uang sudah kami hentikan (Penyidikan, Red)," jelasnya, Sabtu (6/8/2022).

Baca juga: Diduga Edarkan Uang Palsu Untuk Beli Ponsel, Warga Lamongan Terancam Mendekam di Penjara

Rizki menjelaskan pihaknya menghentikan perkara ini lantaran tidak menemukan tiga dugaan unsur tindak pidana dalam penyebaran uang baru tersebut.

Sebab, uang pecahan baru itu adalah uang asli dari Bank Indonesia dan bukan perdagangan.

Sehingga tidak dapat dijerat menggunakan Undang-Undang perdagangan.

"Setelah kami telusuri dugaan tindak pidana tidak terbukti sehingga kita hentikan," ucap Rizki.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved