Berita Trenggalek

Wujudkan Trenggalek Kota Ramah bagi Perempuan dan Anak, Bupati Mas Ipin Kukuhkan Satgas PPA

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengukuhkan satuan tugas (Satgas) perlindungan perempuan dan anak, Jumat (5/4/2022).

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Pengukuhan Satgas Perempuan dan Anak Kabupaten Trenggalek. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengukuhkan satuan tugas (Satgas) perlindungan perempuan dan anak (PPA), Jumat (5/4/2022).

Satgas itu dibentuk untuk mengeleminasi potensi dan risiko kekerasan terhadap perempuan dan anak di kabupaten itu.

"Ini merupakan satu langkah untuk memperkuat posisi dalam mewujudkan Trenggalek sebagai kabupaten yang ramah perempuan dan anak," kata Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu.

Ia mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi perhatian di mana-mana.

Banyaknya kasus seperti itu yang terekspos, menurut dia, dapat memiliki beberapa arti.

"Sebenarnya bukan berarti semakin ke sini semakin terjadi degradasi moral. Tetapi mungkin juga karena literasi maupun akses informasi yang semakin baik, sehingga banyak yang berani speak up dan terbuka akan apa yang mereka alami," ujarnya.

Dalam pengukuhan satgas itu, Mas Ipin meminta seluruh pihak di Kabupaten Trenggalek saling menjaga.

Hanya dengan demikian, lanjut dia, cita-cita untuk mewujudkan kabupaten yang ramah, melindungi, aman, dan menghargai perempuan dan anak bakal terwujud.

Baca juga: Vaksinasi Booster Kedua untuk Ribuan Nakes di Trenggalek Masih Tunggu Kiriman Vaksin

Mas Ipin menjelaskan, Kabupaten Trenggalek beberapa kali telah menerima predikat kabupaten ramah anak dari pemerintah pusat.

"Tapi tentu predikat itu harus dibuktikan juga dengan kolaborasi semua pihak. Kami berharap tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat menjadi penyampai pesan, khususnya pesan untuk menekan kasus perkawinan anak," sambungnya.

Perkawinan usia dini, menurut Mas Ipin, rentan merugikan bagi perempuan dan anak.

"Rata-rata daerah yang memiliki tingkat perkawinan anak yang tinggi, biasanya kemudian prevalensi stuntingnya juga lebih tinggi, dan angka kemiskinannya juga cenderung tinggi," lanjutnya.

Maka dari itu, ia juga meminta anggota satgas untuk bergerak mengatasi masalah tersebut.

"Saya berharap hal tersebut menjadi perhatian serius semua pihak mengingat indikator-indikator kinerja utama perlu digenjot menjadi lebih baik," tutur dia.

Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk ikut serta dalam melindungi perempuan dan anak.

"Tentu melalui penegakan hukum yang preventif, responsibiltas dan transparansi berkeadilan," ujar dia.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved