Berita Nganjuk

Jumlah Penderita HIV/AIDS di Nganjuk Capai 1.554 Orang, KPAD Gencar Gelar Sosialisasi Pencegahan

Jumlah penderita HIV/AIDS di Nganjuk capai 1.554 orang dan dinilai mengkhawatirkan, KPAD gencar menggelar sosialisasi pencegahan.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Kegiatan sosialisasi bahaya penyakit HIV/AIDS dalam upaya pencegahan penyebaran di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (6/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Untuk menekan angka penularan HIV/AIDS, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Nganjuk gencar menggelar sosialisasi.

Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Nganjuk yang mencapai 1.554 orang dinilai relatif mengkhawatirkan.

Perwakilan KPAD Kabupaten Nganjuk, Triono A Wahyudi mengatakan, KPAD mengapresiasi kegiatan jambore ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) Provinsi Jawa Timur. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan akan mampu mengubah perilaku, dari berisiko menularkan HIV menjadi berperilaku aman.

"Berperilaku aman maksudnya membatasi untuk tidak gonta-ganti pasangan seksual, juga memakai kondom," kata Triono A Wahyudi, Sabtu (6/8/2022).

Oleh karena itu, dikatakan Triono A Wahyudi, KPAD berkolaborasi dengan Dinkes Nganjuk dan KDS Spirit Pelangi Nganjuk menggelar sosialisasi bahaya penyakit HIV/AIDS.

"Untuk itu, kami harap peserta sosialisasi bahaya HIV/AIDS dari kelompok risiko tinggi, dan komunitas ODHA bisa ikut berperan dalam pencegahan penyebaran penyakit HIV/AIDS," ucap Triono.

Sementara Perwakilan KDS Spirit Pelangi Nganjuk, Trisna mengatakan, kegiatan sosialisasi yang digelar bersama KPAD, Dinkes, dan KDS Spirit Pelangi sangat efektif untuk bisa menekan jumlah penularan HIV/AIDS di Nganjuk.

"Kebetulan dari kelompok risiko tinggi (gay, waria, pekerja seks komersial atau PSK, dan intravenous drugs user atau IDU) mengikuti kegiatan. Tentunya target dari tujuan digelarnya sosialisasi ini kami harap bisa tercapai," kata Trisna.

Selain kelompok risiko tinggi tersebut, ungkap Trisna, ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) serta KDS (Kelompok Dukungan Sebaya) juga turut bergabung dengan kegiatan yang juga merupakan rangkaian Jambore ODHA Jawa Timur itu.

Sedangkan Kabid P2PL Dinkes Kabupaten Nganjuk, IK Wijayadi mengatakan, pihaknya berharap adanya pemanfaatan jejaring kesehatan untuk pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Di mana jejaring kesehatan pengelola Program HIV/AIDS tersebut terdiri dari seluruh puskesmas di Kabupaten Nganjuk, RSU Nganjuk, RSI Aisyiah Nganjuk, RSUD Kertosono, RS Bhayangkara, serta Komunitas Risti (Risiko Tinggi).

"Kamipun berharap dengan adanya kolaborasi antar jejaring kesehatan di Kabupaten Nganjuk menjadikan penyebaran HIV/AIDS bisa ditangani dengan baik, dan pencegahan bisa dilakukan," tutur Wijayadi.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Nganjuk

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved