Berita Blitar

Mengadu Nasib ke Luar Negeri, Puluhan Calon TKI asal Blitar Belum Tahu Pasti Kapan Diberangkatkan

Sebanyak 61 orang calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Blitar masih menunggu pemberangkatan ke negara tuju

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI
Pengendara melintas di depan kantor Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar, Senin (8/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Sebanyak 61 orang calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Blitar masih menunggu pemberangkatan ke negara tujuan pada 2022 ini. 

Para TKI asal Kota Blitar itu sudah dua tahun tertunda pemberangkatan ke negara tujuan dampak pandemi Covid-19. 

"Pemberangkatan PMI pada 2020 dan 2021 berhenti karena pandemi. Tapi, calon PMI asal Kota Blitar yang sudah daftar ada 61 orang. Kapan berangkatnya, kami belum tahu, yang jelas tahun ini bisa diberangkatkan," kata Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar, Juyanto, Senin (8/8/2022).

Juyanto mengatakan, sebanyak 61 orang calon Pekerja Migran asal Kota Blitar itu mendaftar kerja ke sejumlah negara antara lain, Singapura, Malaysia, dan Polandia.

"Untuk penerapan prokes, selama pemberangkatannya resmi lewat PJTKI, akan mengacu pada peraturan Menteri Tenaga Kerja," ujarnya.

Baca juga: Kisah TKI asal Pulau Bawean Gresik yang Sempat Ditahan di Malaysia, Gus Yani Ungkap Kondisinya Kini

Dikatakannya, sesuai data terakhir pada 2020, jumlah PMI asal Kota Blitar sebanyak 120 orang. 

Para PMI itu tersebar di sejumlah negara antara lain, Taiwan ada 33 orang, Hongkong 29 orang, dan Malaysia ada delapan orang. 

"Sampai 2022, jumlah PMI asal Kota Blitar ada 120 orang di berbagai negara. Sedang calon PMI yang sudah mendaftar dan belum berangkat sekarang ada 61 orang," katanya.

Juyanto juga mengimbau masyarakat yang ingin jadi PMI agar menghindari pemberangkatan lewat jalur tidak resmi atau ilegal. 

Menurutnya, pemberangkatan PMI lewat jalur ilegal akan merugikan diri sendiri. "Kalau ilegal, yang jelas di sana pengurusan apapun akan kesulitan," ujarnya.

Baca juga: DPRD dan Pemprov Jatim Sahkan Perda Pelindungan Pekerja Migran dan Keluarganya

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved