Berita Bisnis

Tawarkan 300 Juta Saham Baru, KKES Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Agustus 2022.

Editor: Sudarma Adi
KOMPAS.com/Garry Andrew Lotulung
Ilustrasi saham -Karyawan melintas di samping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia 

TRIBUNJATIM.COM - Perkembangan industri manufaktur terus menunjukkan perbaikan dan telah memberikan peluang bagi kegiatan usaha yang bergerak di bidang subsektor manufaktur dan berbagai penunjangnya.

Data Kemenperin Triwulan I/2022 bahkan mencatat bahwa industri manufaktur pengolahan nonmigas tumbuh 5,47 persen lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama yaitu 5,01 persen.

Kemenperin juga mencatat industri kimia, farmasi, dan obat tradisional menjadi salah satu dari dua kontributor teratas sektor manufaktur, setelah industri makanan dan minuman.

Baca juga: KKES Siap Melantai di Bursa, Bakal Lepas 450 Juta Lembar Saham ke Publik

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang usaha perdagangan besar bahan dan barang kimia, PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk memiliki peluang yang baik untuk berkembang ke depan karena produk-produk yang dimiliki baik existing maupun produk baru banyak digunakan di berbagai sektor industri manufaktur seperti industri tekstil, industri plastik, dll.

Melihat prospek dan peluang yang baik pada industri kimia tersebut, Perseroan berupaya mengembangkan usahanya dan menghimpun dana lewat bursa saham.

PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Agustus 2022.

Baca juga: Patok Harga Penawaran Rp 105 per Saham, KKES Berpotensi Raup Dana Segar Rp 31,5 M

Dirut PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk Kiki R Sadrach menjelaskan, penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dari perusahaan distribusi kimia tersebut juga mendapat respon positif dari berbagai investor hingga mengalami kelebihan permintaan (oversubscription) sekitar 30,45 kali.

"Pada 2 Agustus hingga 4 Agustus 2022, Perseroan mulai menawarkan sebanyak 300 juta saham baru lewat Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO)," tuturnya dalam keterangan tertulis, Senin (8/8/2022).

Jumlah saham tersebut setara dengan 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.

Saham yang bernilai nominal Rp 10 per saham tersebut ditawarkan di harga Rp 105 per saham sehingga Perseroan meraih total dana sebesar Rp 31,5 miliar.

Saham tersebut akan tercatat (listing) di Bursa Efek Indonesia.

Dana yang diperoleh dari IPO tersebut sebanyak 95 persen akan digunakan sebagai modal kerja untuk kegiatan operasional dan pengembangan bisnis Perseroan dengan rincian antara lain: 30 persen untuk biaya operasional dan 65 persen untuk pembelian barang dagangan dan pelunasan utang usaha kepada pemasok.

Sisanya sebesar 5 persen akan digunakan untuk pengembangan sistem informasi dan teknologi Perseroan termasuk digitalisasi IT untuk sales, delivery, inventory dan logistic.

PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk adalah anak perusahaan dari PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) dengan kepemilikan 51 persen.

Setelah go public, saham perusahaan CSAP akan berkurang menjadi 40,80 persen.

Demikian juga kepemilikan dari pemegang saham lain juga berkurang.

Kepemilikan saham selengkapnya setelah go public adalah: CSAP 40,80 persen, PT Budi Lestari Sentosa dari 14 persen menjadi 11,20 persen, Retno Widyati Harsono 2,69 persen, Felicia Wiendraty Harsono 2,66 persen, Kiki Rusmin Sadrach dari 13,32 persen menjadi 10,66 persen, Kundy Wijaya dari 10 persen menjadi 8 persen, Sri Lanty dari 5 persen menjadi 4 persen, masyarakat 19,76 persen dan saham karyawan (Employee Stock Allocation) 0,24 persen.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved