Berita Pasuruan

Niat Hati Investasi Tanah Kavling, Kades di Pasuruan Diduga Tertipu Rp 75 Juta, Ternyata Punya Orang

Kepala Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Jemik Sadiman mendatangi kantor Polres Pasuruan, Kamis (11/8/2022).

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA
Kuasa hukum kades ngerong Eko Handoko saat menunjukkan berkas berkas laporannya. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN- Kepala Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Jemik Sadiman mendatangi kantor Polres Pasuruan, Kamis (11/8/2022).

Dia mendatangi kantor kepolisian untuk melaporkan kasus dugaan penipuan yang dialaminya beberapa waktu lalu. Uangnya hilang ditilap pengembang.

Singkat ceritanya, Jemik ingin investasi tanah kavling. Setahun yang lalu, ia ditawari rekan sejawatnya tanah di area Ketanireng, Kecamatan Prigen.

Kala itu, tanah seluas 108 m2 itu ditawarkan dengan harga Rp 75 juta. Tanpa pikir panjang, jemik kepincut dengan tawaran itu.

"Sudah kami laporkan dan hari ini kami memenuhi panggilan penyidik untuk pemeriksaan," kata Eko Handoko, Kuasa Hukum Kades Jemik.

Ia mengatakan, laporan sudah dilayangkannya sebulan yang lalu. “kami berharap, penyidik memberi atensi untuk kasus ini, klien kami ditipu banyak," tambahnya.

Baca juga: Modus Pria di Surabaya Jual Tanah Kavling yang Bukan Miliknya hingga Puluhan Orang Tertipu

Menurut dia, uang kliennya yang hilang itu sekitar Rp 75 juta. Alih - alih mendapatkan tanah, kliennya justru harus gigit jari karena tanah yang dijual itu ternyata punya orang.

"Itu terbongkar saat klien kami melihat tanah yang sudah dibeli. Mendadak ada warga yang mengakui tanah tersebut," lanjutnya.

Mendengar pengakuan warga itu, kata dia, kliennya terkejut. Warga itu juga cerita dijanjikan oleh pengembang jika tanahnya akan dibeli.

"Tapi tidak dibeli, warga digantung tapi tanah itu sudah dijual ke klien kami. Akhirnya, kami putuskan membawa kasus ini ke ranah hukum," paparnya.

Disampaikannya, mediasi pernah dilakukan. Kata dia, terlapor tidak ada itikad baiknya.

"Tidak ada upaya membayar, ya sudah kami laporkan," urianya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved