Berita Jember

Pintu Perlintasan Kereta di Jalan Mangga Patrang Jember yang Renggut Banyak Nyawa Ditutup

Berdasarkan kesepakatan, pintu perlintasan kereta api di Jalan Mangga Patrang Jember yang telah merenggut banyak nyawa akhirnya ditutup.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Sri Wahyunik
Pintu Perlintasan Jalan Mangga Kecamatan Patrang, Jember, yang menjadi lokasi kecelakaan, Kamis (11/8/2022) malam. Terlihat KA Pandanwangi melintasi pintu perlintasan tersebut, Jumat (12/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Plh Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember, Tohari mengatakan, pintu perlintasan sebidang di Jalan Mangga Kecamatan Patrang, Jember, ditutup sementara.

Penutupan sementara pintu perlintasan dilakukan mulai Jumat (12/8/2022) pukul 15.00 WIB.

"Dari hasil kesepakatan bersama hari ini, pintu perlintasan tersebut ditutup sementara mulai pukul 15.00 WIB tadi," ujar Tohari kepada Tribun Jatim Network, Jumat (12/8/2022).

Kesepakatan itu diambil dari pertemuan yang melibatkan sejumlah pihak, antara lain PT KAI Daop 9 Jember, Kelurahan Patrang, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Dinas Perhubungan Jember, juga pihak RT dan RW di sekitar pintu perlintasan tersebut.

Pertemuan dilakukan di Kantor Kelurahan Patrang. Hasil pertemuan antara lain menyepakati penutupan pintu perlintasan untuk sementara. Kemudian ditutup permanen sampai ada peningkatan keselamatan.

"Hari ini ditutup dulu memakai kawat. Baru besok, petugas KAI akan menutup memakai patok-patok. Pintu perlintasan ditutup sampai ada peningkatan keselamatan di titik tersebut," ujar Tohari.

Peningkatan keselamatan antara lain penjaga pintu perlintasan harus bersertifikasi, juga kondisi pintu perlintasan. Hal ini untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api, juga warga yang melintasi kawasan tersebut.

Apalagi, kecelakaan di pintu perlintasan Jalan Mangga yang terjadi pada Kamis (11/8/2022) bukanlah kecelakaan pertama.  

Pada 2 Juli 2019 lalu, pasangan suami istri Askin (49) dan Inggar Nurcahyani (46) meninggal dunia setelah tertabrak KA Tawangalun di pintu perlintasan Jalan Mangga. Ketika itu, Askin yang juga dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember itu mengendarai sepeda motor, membonceng sang istri.

Kamis (11/8/2022) malam, Entin Suhartini yang membonceng sang anak Saida juga mengalami kejadian serupa. Mereka melintasi pintu perlintasan itu, sementara KA Pandanwangi melaju tidak jauh dari arah mereka, dari arah Banyuwangi ke arah Stasiun Jember.

Bagian belakang sepeda motor tertemper lokomotif KA. Pengendara dan sepeda motor terpental. Keduanya meninggal dunia dalam upaya penyelamatan di RSD dr Soebandi Jember.

Pintu perlintasan tersebut berada di Jalan Mangga, jalan yang berpotongan dengan Jalan M Sroedji di Kecamatan Patrang. Pintu perlintasan itu dijaga secara bergantian oleh dua orang lelaki sepuh yakni Toha dan Suparman.

Mereka dibayar oleh warga di lingkungan setempat. Suparman, seorang penjaga pintu perlintasan Jalan Mangga mengaku mendapatkan bayaran Rp 650.000 per bulan. Pintu perlintasan itu merupakan pintu perlintasan swadaya dari warga sekitar. Artinya, bukan pintu perlintasan resmi yang dijaga oleh petugas KAI, begitu juga peralatan di pintu perlintasan tersebut.

Karena pintu perlintasan hasil swadaya, maka peralatan di pintu perlintasan itu terbilang sederhana. Pintu perlintasan dilengkapi alarm atau sirine, sedangkan palang pintunya bukan standar palang pintu seperti di pos resmi pintu perlintasan KAI.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Jember

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved