Berita Blitar

Uniknya Warung Ningsih, Kafe Berkonsep Edukasi Sejarah di Blitar, Pajang Barang Antik Era 1950-an

Berawal dari hobi mengoleksi barang-barang antik, Fajar Okta Kurniawan (36) berinisiatif membuka kafe berkonsep edukasi sejarah.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Samsul Hadi
Suasana pengunjung di Warung Ningsih milik Fajar di Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Minggu (14/8/2022) malam. Kafe ini menjadi unik karena memiliki konsep edukasi sejarah dan memajang ratusan barang antik era 1950-an 

Untuk mengumpulkan barang-barang antik itu, Fajar harus mengeluarkan uang hingga ratusan juta. 

"Saya mengumpulkan secara bertahap, saya tidak menghitung secara pasti habis berapa uang yang saya keluarkan. Kira-kira dari semua barang antik yang saya koleksi ini nilainya bisa untuk beli Honda Jazz," kata Fajar. 

Fajar awalnya memajang benda-benda antik koleksi di rumahnya, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar

Berjalannya waktu, Fajar punya keinginan untuk memperlihatkan barang antik koleksinya kepada generasi muda. 

Barang-barang antik koleksinya bisa menjadi edukasi sejarah kepada para generasi muda. 

Akhirnya, ia membuat kafe dengan konsep edukasi sejarah dari barang-barang antik koleksinya. 

"Misalnya, kayak kamera kuno, jarang generasi muda yang tahu kamera kuno yang menjadi cikal bakal kamera digital. Generasi muda sekarang kebanyakan tahunya sudah kamera di ponsel," ujarnya. 

Ia juga mempunya koleksi beberapa foto lawas soal Blitar yang dipajang di kafenya. Foto lawas itu salah satunya berupa bangunan penjara Blitar masa lalu. 

"Barang-barang antik ini bisa menjadi pengetahuan sejarah bagi generasi muda. Di kafe ini, selain nongkrong, pengunjung bisa mengenal barang-barang sejarah masa lalu," katanya. 

Salah satu pengunjung, Ninuk Yuliana mengatakan sudah beberapa kali berkunjung ke kafe milik Fajar. 

Menurutnya, konsep kafe milik Fajar berbeda dengan kafe-kafe lainnya. 

Memori pengunjung di kafe milik Fajar seakan-akan dibawa bernostalgia ke zaman dulu setelah melihat benda-benda antik yang dipajang di kafe. 

"Tempatnya juga nyaman. Tapi yang lebih menarik lagi konsepnya, pengunjung bisa nongkrong sambil bernostalgia dengan benda-benda antik di kafe," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved