Berita Kabupaten Pasuruan

Kasus Dugaan Korupsi Sewa Pasar Wonosari Pasuruan, Polisi Panggil Pimpinan Bank Jatim Nongkojajar

Lanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi sewa Pasar Desa Wonosari Pasuruan, polisi memanggil pimpinan Bank Jatim Nongkojajar.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
Ilustrasi Polres Pasuruan - Setelah memanggil sejumlah pedagang dan paguyuban pedagang Pasar Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, kini giliran para penyewa lapak yang diduga ilegal atau tidak sesaui aturan yang dipanggil kepolisian, Senin (15/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Setelah memanggil sejumlah pedagang dan paguyuban pedagang Pasar Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, kini giliran para penyewa lapak yang diduga ilegal atau tidak sesaui aturan yang dipanggil kepolisian.

Hal itu dilakukan untuk mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi sewa lapak di Pasar Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Informasi yang berkembang, banyak stan, lapak atau kios di sana yang disewakan tapi uang penyewaan tidak pernah masuk ke kas desa.

Korps Bhayangkara memanggil pimpinan Bank Jatim Nongkojajar Pasuruan, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menyewa di salah satu stan di Pasar Desa Wonosari.

Kanit Tipikor Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Bambang Sutejo membenarkan pemanggilan pimpinan Bank Jatim Nongkojajar untuk dimintai keterangan.

"Kami pihak penyidik masih dalam tahap pendalaman dan pulbaket ke masing-masing pihak yang menempati ruko, lapak, stan dan sebagainya," katanya, Senin (15/8/2022).

Ipda Bambang Sutejo mengatakan, penyidik ingin mengetahui siapapun yang menempati stan, lapak di pasar itu asal usulnya seperti apa, dan sekaligus bukti menempati tempat itu apa.

"Termasuk Bank Jatim. Kami ingin mengetahui, dasar mereka menempati tempat di sana itu apa, dan sebagainya. Jadi biar jelas," paparnya.

Ia mengaku masih banyak pihak yang akan diperiksa. Menurutnya, karena jumlahnya banyak, maka penyidik akan menjadwalkan pemanggilan secara bertahap.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved