Berita Nganjuk

Cegah Pernikahan Usia Dini di Nganjuk, Pemkab Gelar Diskusi Panel Suara Anak 2022

Untuk mencegah pernikahan anak usia dini di Nganjuk, pemkab menggelar diskusi panel Suara Anak Nganjuk 2022.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Pemkab Nganjuk gelar diskusi panel Suara Anak Nganjuk 2022 dengan tema 'Hak Anak Terpenuhi Kehidupan Anak Terlindungi' dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN), Jumat (19/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Pemkab Nganjuk gelar diskusi panel Suara Anak Nganjuk 2022 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN).

Kegiatan dikusi panel tersebut mengambil tema 'Hak Anak Terpenuhi Kehidupan Anak Terlindungi', yang diikuti Forum Suara Anak Nganjuk dari berbagai sekolah tingkat SMP/MTs, SMA/SMK, dan lainnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk, M Yasin menjelaskan, dengan dilaksanakannya kegiatan diskusi panel Suara Anak Nganjuk 2022 tersebut, diharapkan para peserta diskusi tetap mempertahankan karakter mereka, yaitu jati diri, eksistensi serta kedisiplinan yang sudah dimiliki. Dan itu semua harus bisa dilestarikan sehingga menjadikan contoh bagi generasi yang akan datang.

"Dengan demikian, karakter yang baik dan kuat bisa dimiliki para generasi muda Nganjuk," kata M Yasin, Jumat (19/8/2022).

Dikatakan M Yasin, anak-anak Nganjuk adalah suara yang paling didengarkan oleh teman seusia. Di mana suara anak-anak Nganjuk merupakan yang sangat ditunggu oleh para pengambil kebijakan untuk dibawa sebagai aspirasi anak dalam melaksanakan pembangunan di semua bidang, baik fisik maupun non fisik.

"Jadi suara kalian sangat ditunggu oleh para pengambil kebijakan sebagai aspirasi anak dalam melaksanakan pembangunan di semua bidang," ucap M Yasin.

Oleh karena itu, ungkap M Yasin, pihaknya meminta kepada seluruh peserta diskusi panel anak untuk terus menggelorakan suaranya, tidak hanya di Kabupaten Nganjuk, tapi juga seluruh Indonesia. Anak Nganjuk harus terus mengembangkan kemampuan dalam mewujudkan kebersamaan bangsa.

"Maka dari itu, wawasan kebangsaan, ilmu pengetahuan dan teknologi sangat dibutuhkan. Masa anak-anak merupakan jembatan menuju kesuksesan, jadi jangan sia-siakan kesempatan tersebut," tandas M Yasin.

Sementara Kepala Bappeda Kabupaten Nganjuk, Suharono menambahkan, Kabupaten Nganjuk telah resmi menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA). KLA adalah bentuk pemenuhan hak anak dengan sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat serta dunia usaha dalam menjalin perlindungan anak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved