Berita Madura

Hemat Biaya, Petani Tembakau di Sampang Banyak yang Pilih Merajang Pakai Cara Tradisional

Sebagian petani tembakau di Kabupaten Sampang, Madura tepatnya, Desa Rabasan, Kecamatan Camplong mulai memanen tembakau, Senin (22/8/2022).

Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Hanggara Pratama
Petani tembakau di Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura saat merajang daun tembakau secara tradisional. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Sebagian petani tembakau di Kabupaten Sampang, Madura tepatnya, Desa Rabasan, Kecamatan Camplong mulai memanen tembakau, Senin (22/8/2022).

Bahkan, saat ini para petani mulai merajang hasil taninya, artinya memotong daun tembakau, namun kebanyakan dengan menggunakan cara tradisional. Hal itu dilakukan karena dinilai lebih efektif mulai dari meminimalisir pengeluaran biaya.

Salah satu petani tembakau di Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, Sampang, Hamid (29) mengatakan bahwa memang menggunakan alat rajang modern (mesin) lebih cepat dibandingkan secara tradisional atau manual.

Begitupun lebih menghemat waktu dan tenaga yang dikeluarkan oleh petani itu sendiri karena menggunakan mesin.

Akan tetapi, kata Hamid jika menggunakan mesin akan berpengaruh pada kualitas tembakau karena potongan tembakau yang dihasilkan tidak sepenuhnya rata.

Baca juga: Harga Beli Tembakau di Pamekasan Naik, Capai Rp 54.235 per Kg untuk Kategori Tembakau Gunung

"Hasil potongannya beda dengan merajang secara manual, kalau menggunakan alat potongan tembakau kadang ada yang kecil dan besar, jadi tidak merata," ujarnya.

Hamid menambahkan, alasan banyak petani di Desa Rabasan menggunakan alat tradisional karena menghemat biaya dibandingkan dengan menggunakan alat modern.

Sebab, petani harus menyewa alat modern ke petani lain dan sistem pembayarannya dihitung per kilogram dari hasil rajang.

"Satu kilo hasil rajang sekitar Rp 3000, kalikan saja kalau hasil panen tembakau milik petani mencapai 50 kilo," tuturnya.

"Sedangkan merajang secara manual, biasanya dilakukan secara gotong royong oleh para petani, jadi dilakukan secara bergantian," tambahnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved