Berita Kabupaten Malang

Pertimbangkan Jumlah Kasus Aktif PMK, Pemkab Malang Belum Pastikan Pembukaan Kembali Pasar Hewan

Pertimbangkan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Pemkab Malang belum bisa memastikan kapan pasar hewan akan dibuka kembali.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Erwin Wicaksono
Ilustrasi sapi di Pasar Hewan Gondanglegi Malang - Pemerintah Kabupaten Malang masih belum berencana membuka kembali pasar hewan di wilayahnya karena kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tidak mau ambil risiko, Pemerintah Kabupaten Malang masih belum berencana membuka kembali pasar hewan di wilayahnya.

Jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkit 2.159 hewan ternak jadi pertimbangan.

"Pasar hewan ternak kami pastikan belum ada pembukaan kembali hingga kini sampai pengumuman lebih lanjut," beber Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo ketika dikonfirmasi pada Selasa (23/8/2022).

Kendati masih saja ditemui kasus aktif PMK, Eko Wahyu Widodo menegaskan, tingkat kesembuhan ternak juga berada dalam tren positif.

"Dari awal hingga kini sudah 85,1 persen ternak yang sembuh, jadi total sekitar 16.783 kasus yang telah sembuh," paparnya.

Mantan Camat Singosari Malang ini menjelaskan, pihaknya terus memasifkan penyuntikan vaksin PMK bagi hewan ternak di seluruh Kabupaten Malang.

"Terus akan kami masifkan. Persentase dosis kedua sapi perah mencapai 68,17 persen dengan realisasi 38.793 dosis. Untuk vaksinasi sapi potong targetnya sebanyak 30.000 dosis," kata Eko Wahyu Widodo.

Di sisi lain, Bupati Malang, Muhammad Sanusi belum bisa memastikan realisasi pemberian bantuan dari pemerintah pusat.

"Nanti jika sudah turun, langusng akan kami distribusikan," tegas Sanusi.

Perihal pembukaan pasar hewan, Sanusi menegaskan pihaknya perlu melakukan pembahasan lebih lanjut.

"Nanti kami bahas, berdasarkan tingkat kasus, nah kalau sudah ada kecamatan yang tidak ada (kasus PMK) dari situ kami evaluasi," tutup Sanusi.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Malang

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved